Setiap kali berangkat melancong keliling dunia, Pia Farrenkopf berjanji untuk mengirim kartu pos kepada saudaranya. Pekerja IT yang sukses itu selalu mengirim kartu pos dari Amsterdam, Austria, Irlandia, Las Vegas, dan Italia. Dan dia sering bepergian ke luar negeri untuk pekerjaannya.
Jadi tak ada yang mengganggu orang-orang dekatnya di kota Pontiac, Michigan AS, ketika Pia tak pernah menjawab panggilan ke teleponnya. Seorang anggota keluarga mencoba meneleponnya pada tahun 2012 untuk memberitahu bahwa ibunya telah meninggal.
Dia tidak mendapat jawaban tapi tidak berpikir itu aneh. Pembayaran hipotek rumahnya dipotong secara otomatis dari rekening bank dan tidak ada yang berpikir ada yang salah. Rumput di halaman rumahnya dipangkas oleh tetangganya dan jalan masuk ke rumahnya selalu dibersihkan dari salju di musim dingin.
"Kadang-kadang dia akan pergi, secara harfiah, selama bertahun-tahun tanpa kita mendengar dari dia," ujar adik Pia, Jean LeBlanc, yang tinggal di dekat Boston, di mana Pia dan saudara-saudaranya dibesarkan.
Orang-orang dekatnya tidak pernah berpikir bahwa Pia hilang sejak 2009. Transaksi terakhirnya di bank terakhirnya tercatat dilakukan pada 25 Februari 2009, yakni penarikan sebesar 1500 dolar. Uang di rekening banknya habis pada 2013.
Hingga pada 5 Maret tahun lalu, dua pekerja yang diminta untuk melakukan perbaikan oleh pemegang hipotek menemukan sesuatu yang membuat mereka memanggil layanan darurat.
Tubuh Pia ditemukan terbaring beku menjadi mumi di kursi belakang mobil Jeep Liberty yang diparkir di garasinya. Ia mengenakan jaket hitam, kemeja biru dan celana jeans, dan dikelilingi oleh ratusan surat yang belum dibuka dan kemasan rokok. Dia mengantungi uang tunai 500 dolar dan botol anggur yang separuh isinya sudah habis.
Identitas Pia terungkap setelah petugas tes DNA pada bulan Juli tahun lalu. Sheriff Oakland County Michael Bouchard menyimpulkan Pia telah meninggal pada awal tahun 2009 dan tidak ditemukan luka tembak ataupun luka lainnya.
"Tidak ada trauma pada tubuh, sehingga hanya mengarah ke beberapa kesimpulan," kata Bouchard kepada Detroit Free Press.
Dr Bernardino Pacris, wakil pemeriksa medis Oakland County yang melakukan otopsi, mengatakan ia tidak dapat menentukan bagaimana dia meninggal karena organnya telah mengalami mumifikasi.
Seorang mantan teman Pia, Joan Gill Strack mengatakan bahwa Pia adalah "hanya orang yang sangat pribadi" yang "tidak ingin membunuh seluruh orang di sekitar". Sedangkan, saudara Pia, Paula Logan percaya Pia dibunuh, meskipun dia tidak punya bukti. Dia menilai perilaku kakaknya menunjukkan dia takut pada seseorang. Logan sedang mempertimbangkan untuk meminta bantuan pihka lain guna memecahkan misteri kematian saudaranya ini.
"Pasti ada sesuatu di sana bahwa seseorang tidak terjawab. Saya hanya berharap orang-orang tidak menyerah," katanya (news.com.au).
Tag
Berita Terkait
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
9 Fakta Unik tentang Iran, Acungkan Jempol sama Artinya dengan Jari Tengah
-
Anak SD Ini Punya Skill Cukur Rambut Luar Biasa, Hasilnya Sekelas Barbershop
-
15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
-
Sambel Belut Gelut, Hidangan Langka yang Jadi Ide Kuliner dan Berbuka Puasa
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF
-
Bayang-bayang 5 Tahun Bui, Nasib Eks Wamenaker Noel Diputus Hakim Pekan Depan
-
Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying
-
Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran Tiba di Istiqlal Besok, Menag: Ini Kelas Berat Satu Ton Lebih!
-
Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules
-
'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3
-
TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?
-
Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana
-
Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati
-
Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?