Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) miris dengan kejahatan begal motor yang selama ini terjadi di beberapa kota besar. Sebab pelaku pembegalan ada yang masih anak-anak.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 8 aksi komplotan begal motor pada 2014 lalu dilakukan oleh anak-anak usia sekolah. Sedangkan hingga Maret 2015 terdapat 6 kasus begal yang melibatkan pelajar ini.
Komisioner KPAI Susanto mengatakan pencegahan begal pada anak tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan tunggal. Menurutnya kasus ini perlu diselesaikan secara utuh untuk mengatasi faktor pemicunya.
"Tren kasus begal akhir-akhir ini dilakukan oleh anak muda yang mana masih pelajar. Tetapi memang yang harus diingat ini bukan hanya tanggung jawab orangtua dan masyarakat saja. Tapi juga tanggungjawab Pemerintah Pusat, Kepolisian, Pemda untuk memastikan aman. Karena kalau kondisi tidak aman pelaku begal akan mudah beraksi dan semakin liar," kata Susanto di Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Menurutnya, pemerintah perlu fokus pada pendidikan yang diterima anak dari lingkungan keluarga. Tidak hanya di aspek ekonomi tapi juga perspektif perlindungan anak yang harus dibenahi.
"Pemerintah harus memastikan bahwa orangtua memberi pengasuhan yang ramah anak dan berkarakter. Karena keluarga adalah tempat pertama kali anak mendapatkan pendidikan. Kalau di sistem pendidikan dasarnya sudah tidak tepat maka perilaku-perilaku yang tidak diinginkan bisa diadopsi anak," imbuhnya.
Selain itu, KPAI juga berharap agar Pemerintah Pusat dan Daerah memastikan bahwa sekolah bebas dari bibit-bibit kekerasan dan memastikan tenaga pendidik memiliki pemahaman untuk mendukung perlindungan anak demi menciptakan karakter generasi bangsa yang jauh dari kekerasan.
"Anak-anak yang terbiasa dengan tindakan kekerasan sangat potensial untuk melakukan tindakan kejahatan di kemudian hari, termasuk pembegalan. KPAI merekomendasikan agar guru nantinya mendapatkan pembelajaran tentang perlindungan anak untuk mencegah kekerasan yang dilakukan anak-anak," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
iPhone X dan MacBook Pro 2018 Dipensiunkan Apple
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
KSP Dudung Sebut Kericuhan Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum: Rakyat Aceh Tetap NKRI
-
Menko Yusril Buka Suara Soal Kericuhan Bendera Bulan Bintang di Aceh
-
Kontak Tembak dengan OPM Saat HUT ke-81 RI, 1 Prajurit TNI Gugur-2 Terluka
-
Usai Kericuhan Penurunan Merah Putih, Kapolri Pastikan Aceh Terkendali
-
7 Kuliner Musim Panas di Turkiye yang Wajib Dicoba, dari Sup Dingin hingga Es Krim Maras
-
Sudah Seperti Bestie, Istana Ungkap Rahasia di Balik Posisi Duduk Jokowi-Prabowo-Gibran
-
7 Cara Mencuci Sepatu Canvas di Rumah agar Bersih dan Tidak Cepat Rusak
-
HUT ke-81 RI: BRI Perluas Akses Keuangan Hingga Pelosok dan Mancanegara