Suara.com - Tagar #savehajilulung yang penuh sindiran sempat merajai trending topic media sosial Twitter, menyusul ‘keseleo lidah’ Abraham Lunggana (Haji Lulung) dan keributan dalam rapat mediasi antara Gubernur Jakarta (Ahok) dengan DPRD di Kemendagri.
Politisi DPRD Fraksi PKS Tubagus Arif yang juga aktif di Twitter membela Lulung dengan berharap pada netizen memahami peristiwa itu secara keseluruhan.
Seharusnya tagar #savehajilulung itu tidak perlu terjadi. Masyarakat juga seharusnya melihat (kejadian) secara keseluruhan dan bukan setengah-setengah sehingga melihat kenapa sampai keriuhan itu terjadi," ujar Arif saat dihubungi wartawan, Jumat (6/3/2015).
Awal mulanya netizen berkicau di media sosial lantaran Lulung ketika usai mediasi di Kemendagri sampai salah sebut alat UPS (uninterruptible power supply) menjadi USB (universal serial bus).
Kesalahan itu terjadi ketika dia memberikan pernyataan kepada wartawan, Kamis (5/3/2015).
Tak hanya Lulung, Arif yang juga sering bermain Twitter itu tak luput dari serangan dunia maya. Akun twitternya @tubagus_arif penuh mention dari pengguna Twitter lainnya.
Pasalnya, dalam video yang diunggah dalam situs jejaring sosial video Youtube, dia terlihat ikut menghujat Ahok.
"Saya hanya bilang pada SKPD (satuan kerja perangkat daerah) 'dia tidak pantas jadi gubernur'," tegas Arif.
Dia hanya menegaskan, kicauan yang dilakukan netizen itu tidak bisa diterima mentah-mentah.
"Kami bangga dan senang ada media sosial. Banyak yang memberikan masukan. Tapi kita paham siapa yang punya akun asli mana yang anonim. Kalau dia datang dari hati nggak mungkin memberikan hujatan. Seharusnya mereka bertanya. Bukan menghujat seperti sekarang," tutup Arif.
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT