Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar Lawrens Siburian menegaskan, posisi Setya Novanto yang kini menjabat Ketua DPR bisa tergusur.
Hal tersebut disampaikan Lawrens, jika Politisi Golkar dari Daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut tidak tunduk di bawah kepemimpinan Agung Laksono.
"Bukan di PAW (Pemberhentian Antar Waktu) tapi ada pergantian posisi saja, tapi kalau Pak Setnov (setya Novanto) tidak bisa bekerjasama, ya apa boleh buat beliau pun kita ganti. Ya mudah-mudahan beliau bisa bekerja sama dengan kita," kata Lawrens saat usai menyerahkan daftar susunan kepengurusan Partai Golkar di Gedung Kemenkumham Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2015).
Namun, menurutnya saat ini Ketua DPR tersebut sejauh ini masih menujukkan itikad baiknya dengan bekerjasama dengan kubu Agung.
"Kalau Pak Setnov kan sejauh dia bisa berkolaborasi, bisa bekerja dengan baik bersama-sama dengan kita, maka akan kita pertahankan beliau," Lawrens menambahkan.
Selain mengganggu posisi Ketua DPR, kubu Agung juga sudah siap merombak posisi fraksi Golkar sebelum masa reses DPR habis.
“Perombakan fraksi kita akan lakukan sebelum masa sidang nanti yang dibuka pada tgl 23 Maret 2015, jadi kita akan melakukan sebelum itu dan nanti pada masa sidang nanti akan diumumkan dan diberitaukan, serta alat kelengkapan DPR, komisi segala macam itu nanti setelah perombakan fraksi,"tutupnya.
Sejak disahkan oleh Kemenkumham, Golkar kubu Agung Laksono bergerak cepat dengan melakukan safari politik ke berbagai partai.
Sementara kubu Aburizal Bakrie (Ical) berkeras tetap mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung untuk menyelesaikan sengketa kepengurusan.
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?