Suara.com - Mayat seorang lelaki warga negara Indonesia (WNI) ditemukan terapung di perairan Pulau Pinang, Malaysia. Sebelumnya korban dilaporkan terjatuh dari dek kapal pesiar Star Cruise MV Super Star Libra dalam perjalanan pulang ke dermaga Pelabuhan Sweetenham, 12 Maret lalu.
Korban Mulianto Raik (50) ditemukan pada 19 mil di dekat Pantai Telok Bahang oleh sekelompok nelayan pada Selasa (17/3/2015) sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
Kepala Otoritas Maritim Malaysia Daerah Maritim Dua, Laksamana Pertama Maritim Kamaruszaman Abu Hassan seperti dikutip media lokal di Kuala Lumpur seperti dilansir Antara, Rabu, (18/3/2015) mengatakan pihaknya berhasil menemukan mayat korban setelah tiga hari operasi pencarian dijalankan dengan kerja sama badan penyelamat lain.
"Operasi tersebut dilakukan setelah menerima laporan seorang kapten kapal pesiar antarbangsa itu mengenai seorang lelaki yang terjatuh dari dek pada kedudukan delapan mil laut utara berdasar rekaman CCTV dalam kapal," katanya.
Pihak kapal juga menemukan kartu pengenal korban yang beralamat di Kajang, Selangor.
Mayat korban dibawa ke dermaga Lembaga Kemajuan Ikan Malaysia, Teluk Bahang, sebelum diserahkan ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. (Antara)
Berita Terkait
-
Melihat Sekolah Indonesia Jeddah di Arab Saudi
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Intip Momen Iduladha Prabowo di Paris: Salat Bareng Diaspora hingga Santap Bersama
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas