Suara.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengingatkan kepada bawahannya yang juga merupakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan seluruh kepala dinas, untuk bersiap-suap begadang lantaran harus meng-input RAPBD 2015 ke dalam sistem e-budgeting.
"Sesuai dengan keputusan Kemendagri, kita diberi waktu tujuh hari. Hari terakhir besok. Jadi kita punya waktu hanya hari ini dan besok. Hari ini tidak ada jam kerja. Jadi rapat bisa sampai malam, sampai pagi, sampai malam lagi," ujar Saefullah, saat membuka rapat input e-budgeting Pembahasan Bersama Evaluasi Kemendagri terhadap RAPBD DKI Jakarta 2015, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/3/205).
Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu bahkan menegaskan kepada bawahannya, bahwa rapat yang digelar sejak pagi ini kemungkinan besar akan bisa berlangsung sampai tengah malam. Hal itu lantaran Kemendagri memberi batas waktu yang akan jatuh tempo pada Jumat (20/3/2015) besok.
Dalam pengantar rapatnya itu pula, Saefullah sempat menyampaikan kepada bawahannya untuk tidak khawatir mengenai masalah konsumsi. Dia menjamin untuk masalah perut peserta rapat akan lancar.
"McD (McDonald's) kan 24 jam. Kalau perlu, McD-nya kita pindahin ke sini," kata Saefullah pula sambil tertawa.
Sebagai informasi, rapat input e-budgeting yang digelar hari ini di ruang pola DPRD DKI, dihadiri ratusan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Mereka berasal dari eselon II hingga IV, baik yang mengepalai SKPD maupun unit kerja perangkat daerah (UKPD).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta