Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif, Abraham Samad, menghadiri Festival Anti Korupsi yang digelar Masyarakat Sipil Anti Korupsi Sulawesi Selatan (MARS Sulsel) di Makassar, Sabtu malam (28/3/2015).
"Festival ini menunjukkan masih tingginya kepedulian terhadap upaya memberangus korupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dua orang komisionernya telah dinonaktifkan," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri Alauddin Prof Dr Qasyim Matthar yang turut hadir dalam festival itu.
Menurut Qasyim yang juga merupakan budayawan ini, dalam praktik pemberantasan korupsi hanya dapat dilakukan oleh orang yang bersih dan memiliki keberanian.
Sementara dalam mencermati perjalanan KPK dari masa ke masa, lanjut dia, setiap kali KPK mau masuk ke episentrum permasalahan korupsi, KPK selalu dikriminalisasi.
"Karena berhadapan dengan kejahatan yang luar biasa, komisioner KPK harus dapat menjadi singa dan bukan menjadi kucing yang aumannya tidak ditakuti," kata Qasyim memberikan perumpamaan.
Selain Qasyim yang memberikan testimoni pada Festival Anti Korupsi di Bentteng Rotterdam, juga tampil Budayawan yang juga adalah anggota DPR RI Asmin Amin.
Hanya saja ketika giliran Abraham yang memberikan testimoni, putra daerah Sulsel ini lebih memilih membacakan puisi yang berjudul "Darah Daging Korupsi".
Pada pementasan itu, Abraham disambut tepuk tangan dari sekitar seribu penonton yang sejak sore sudah menunggu-nunggu kahadirannya.
Selain digelar orasi dalam bentuk testimoni dan puisi, juga digelar pameran foto yang berisi gambar lukisan karikatur, dan dongeng anak yang mengusung tema "Anti Korupsi". (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar