Gubernur Jakarta Basuki Purnama (Ahok) di Balaikota Jakarta. [suara.com/Dwi Bowo Raharjo]
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan melepas saham DKI di PT Delta Djakarta, Tbk. PT Delta Djakarta merupakan BUMD yang memproduksi minuman keras untuk dipasarkan.
Suami Veronica Tan itu mengatakan tidak masalah BUMD DKI memproduksi dan menjual minuman beralkohol. Kata dia PT Delta Djakarta menyumbang banyak pendapatan asli daerah (PAD).
"Kalau bilang (bir) itu haram, orang yang tidak bisa buktikan hartanya dari mana, tidak bayar pajak, juga haram hukumnya," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Sebelumnya berdirinya BUMN yang memproduksi bir bermerk Carlsberg, San Miguel, dan Anker Bir itu dipermasalahkan sejumlah pihak. Kata Ahok DKI mempunyai saham di PT Delta sudah ada sejak tahun 1970, ketika masa kepemimpinan Gubernur Tjokropranolo.
"(DKI sudah punya saham di Delta) sejak tahun 1970, itu Gubernurnya masih Pak Tjokro. Jadi saham itu sejak tahun 70 dan saya di sini baru 3 tahun, lalu kenapa Ahok jadi gubernur Anda baru ribut," tutup Ahok.
Suami Veronica Tan itu mengatakan tidak masalah BUMD DKI memproduksi dan menjual minuman beralkohol. Kata dia PT Delta Djakarta menyumbang banyak pendapatan asli daerah (PAD).
"Kalau bilang (bir) itu haram, orang yang tidak bisa buktikan hartanya dari mana, tidak bayar pajak, juga haram hukumnya," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Sebelumnya berdirinya BUMN yang memproduksi bir bermerk Carlsberg, San Miguel, dan Anker Bir itu dipermasalahkan sejumlah pihak. Kata Ahok DKI mempunyai saham di PT Delta sudah ada sejak tahun 1970, ketika masa kepemimpinan Gubernur Tjokropranolo.
"(DKI sudah punya saham di Delta) sejak tahun 1970, itu Gubernurnya masih Pak Tjokro. Jadi saham itu sejak tahun 70 dan saya di sini baru 3 tahun, lalu kenapa Ahok jadi gubernur Anda baru ribut," tutup Ahok.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar