Mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (6/4). [suara.com/Oke Atmaja]
Mantan Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menghadapi dakwaan dalam perkara dugaan penerimaan hadiah terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2013 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan menyebut peradilan atas dirinya itu sebagai sinetron.
"Insya Allah saya tidak terlibat apa-apa, ini sinetron yang dibuat saya, pemerannya saya, kita lihat nanti sutradaranya siapa," kata Sutan sebelum sidang dakwaan mulai di gedung pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Sutan akhirnya menjalani sidang dakwaan setelah dua kali ditunda.
Penundaan pertama terjadi pada 6 April 2015 ketika saat itu Sutan tidak didampingi pengacara yang sedang mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sedangkan penundaan kedua pada 13 April 2015 karena Sutan mengaku sakit.
"Menurut saya, saya tidak punya masalah. Saya siap saja. Ini sinetron satu babak untuk saya. Bintang utamanya Sutan Bhatoegana, sutradaranya siapa, nanti," tambah Sutan.
Sutan tidak mengungkapkan sutradara sinetron yang dia maksudkan.
"Kalian pelajari, di mana, ini ajang terbaik untuk tahu benar tidak semuanya karena itu, ini sinetron yang dipaksakan. Bintang utamanya saya," kata Sutan. (Antara)
"Insya Allah saya tidak terlibat apa-apa, ini sinetron yang dibuat saya, pemerannya saya, kita lihat nanti sutradaranya siapa," kata Sutan sebelum sidang dakwaan mulai di gedung pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Sutan akhirnya menjalani sidang dakwaan setelah dua kali ditunda.
Penundaan pertama terjadi pada 6 April 2015 ketika saat itu Sutan tidak didampingi pengacara yang sedang mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sedangkan penundaan kedua pada 13 April 2015 karena Sutan mengaku sakit.
"Menurut saya, saya tidak punya masalah. Saya siap saja. Ini sinetron satu babak untuk saya. Bintang utamanya Sutan Bhatoegana, sutradaranya siapa, nanti," tambah Sutan.
Sutan tidak mengungkapkan sutradara sinetron yang dia maksudkan.
"Kalian pelajari, di mana, ini ajang terbaik untuk tahu benar tidak semuanya karena itu, ini sinetron yang dipaksakan. Bintang utamanya saya," kata Sutan. (Antara)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!