Suara.com - Fraksi Gerindra DPR menyatakan sudah saatnya Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet. Sebab, menurut mereka, dalam waktu enam bulan terakhir, banyak kebijakan pemerintah yang dinilai coba-coba dan melenceng dari cita-cita kampanye Presiden.
"Dua kali BBM dinaikkan Presiden kemudian diturunkan. Juga dalam RAPBN kemarin pos subsidi BBM dihapus. Sektor lain, kurikulum 2013 juga. Ini kan ada kecenderungan sekarang mudah membuat keputusan dan mudah ditarik kembali. Ada kesan coba-coba di hampir semua sektor, politik, termasuk olah raga di PSSI-nya. Ini tata kelola tata negara yang kurang baik. Perlu ada kepastian. Dan ada tren seperti itu," kata Ketua Gerindra Ahmad Muzani di DPR, Jakarta, Senin (20/5/2015).
Pernyataan ini sekaligus menanggapi adanya survei Poltracking Indonesia yang menyebut 41,8 persen responden menyatakan kesetujuan untuk melakukan reshuffle di Kabet Jokowi. Kemudian, 48,5 persen responden juga menyatakan tidak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi.
"(Reshuffle) Itu kata yang perlu dipikirkan oleh presiden, barangkali reshuffle jadi hal yang perlu dipikirkan. Bisa saja karena masukan dan laporan yang dilakukan menteri-menterinya kurang pas. Siapa yang harus direshuffle dan berapa jumlahnya itu domain Presiden," kata dia.
Kendati demikian, Muzani menyatakan kewenangan reshuffle dikembalikan kepada Presiden Jokowi. Bila ditawarkan bergabung, Muzani mengatakan bagaimana bentuknya, Gerindra akan berdiri sebagai oposisi.
"Kalau ditawarkan, kami tetap pada posisi oposisi," kata Sekretaris Jenderal DPP Gerindra.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Riset Ungkap Hanya Jakarta yang Mampu Kejar Kenaikan Biaya Hidup, Daerah Lain?
-
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
-
Astronot Artemis II Bongkar Kenapa Makanan Terasa Hambar di Luar Angkasa
-
PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel
-
Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab
-
Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya
-
Misteri Rumah Berhantu Mulai Terkuak, Ilmuwan Temukan Pemicu Tak Kasat Mata
-
Sentilan DPR di Hardiknas 2026: Jangan Sampai Pendidikan Berkualitas Hanya Milik Orang Kota
-
AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz
-
Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal