Suara.com - Paul Mason pernah menjadi lelaki tergemuk di dunia dengan berat badan hingga 444 kg lebih. Sekarang dia sudah agak kurus.
Melewati operasi bypass lambung 5 tahun lalu dan sedot lemak belum lama ini, berat badannya turun 294 kg. Akibat turunnya berar badan Mason, kulit-kulitnya terlihat menggantung. Terutama di bagian lengan, paha dan perut.
Kulitnya saja beratnya bisa sampai 50 kg. "Ini seperti membawa sekitar beberapa anak-anak," kata Mason seperti dilansir nytimes, Rabu (22/4/2015).
Saat ini usia Mason 54 tahun. Dia tengah mengoperasi kulitnya yang kendor di rumah sakit di Inggris dan New York. Sementara Mason tinggal di Massachusetts.
Mason menatap kehidupan barunya sebagai 'lelaki agak kurus'. Sebelumnya dia hanya bisa tiduran. Sekarang Mason sudah bisa berdiri dan jalan.
"Ketika saya melihat kembali orang itu (dirinya sendiri), yang 980 pound, orang yang berbaring di tempat tidur setiap hari. Saya hanya berpikir makanan dan makanan, bukan yang lain," kata Mason.
Dia tidak ingin gemuk kembali. Makanya Mason diet. Sehari hanya sedikit makanan yang dia makan. Bahkan kadang dia lupa makan. Mason sudah berhenti memesan pizza. (nytimes)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara