Suara.com - Pemerhati perempuan dan anak Giwo Rubianto mengatakan sekolah yang dilengkapi dengan kamera pengawas belum tentu menjamin keamanan murid-muridnya terutama pada kasus pelecehan seksual.
"Malah banyak kasus pelecehan seksual pada anak terjadi di sekolah dengan tingkat keamanan yang tinggi," ujar Giwo di Jakarta, Minggu.
Kasus pelecahan seksual pada anak antara lain dialami oleh murid SD internasional di kawasan Jakarta Selatan, akhir Maret lalu.
Saat ini, korban pelecehan tersebut masih labil dan mendapatkan penanganan dan psikolog pendamping.
Sangat disesalkan, kejadian tersebut terjadi pada sekolah yang dilengkapi dengan kamera pengawas dan petugas keamanan.
"Dikhawatirkan, predator (pelaku pedofilia) sudah berkeliaran ke mana-mana dan mengancam keselamatan anak-anak," kata Ketua Umum Kowani itu.
Pelaku dapat terkena ancaman hukuman pelanggaran Pasal 80, 82, 76E Undang-Undang 35/2014 tentang Perubahan atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
Melihat semakin kompleksnya masalah perempuan dan anak, sambung dia, Kowani akan terus melakukan terobosan untuk menyelesaikan persoalan riil, sekaligus memperkuat advokasi strategis kepada pemerintah agar kebijakan pembangunan mengakomodasi keadilan gender dan anak.
"Kami juga meminta pemerintah memastikan proteksi negara terhadap anak agar bebas dari kekerasan dapat terwujud," katanya.
Dia menambahkan pihaknya terus membangun sinergi dengan para pemangku kepentingan agar masalah bisa diurai, kebijakan terus dipantau, dan unsur masyarakat bisa berpartisipasi. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Febrie Adriansyah Bantah Terima Rp 40 Miliar dari Tan Kian:
-
Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel
-
Tersiksa dengan Kabut Asap Kalimantan, Malaysia Desak ASEAN Tinjau Perjanjian AATHP
-
Frustrasi Berujung Darah: Alasan Memilukan Pria di Bojonegoro Habisi Nyawa Sang Ibu
-
Bukan Sekadar Berkarya, Menulis Bisa Bikin Hati dan Pikiran Lebih Lega
-
Emas Melejit hingga Beras Melilit: Menakar Napas Ekonomi Lampung di Akhir 2026
-
Bikin Heboh! Pertamina Batalkan Aturan Beli BBM Subsidi Pakai STNK
-
BGN Bakal Ubah Skema Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta
-
Cara BUMN Garap Potensi Ekonomi Pesisir
-
Mengapa Unhas Beri Gelar Honoris Causa kepada Xanana Gusmao?