- Peristiwa kebakaran misterius terjadi sebanyak 73 kali di rumah Mutfiana, Padukuhan Mriyan, Sleman, sejak Sabtu, 23 Mei 2026.
- Fenomena api muncul tiba-tiba pada benda mudah terbakar meski rumah sedang kosong dan dalam pengawasan tim peneliti.
- Keluarga pemilik rumah melakukan penjagaan selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi kebakaran agar tidak merembet ke area lain.
Suara.com - Teror kebakaran misterius yang terjadi di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Peristiwa kebakaran itu pertama kali terjadi pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Pemilik rumah, Mutfiana, mengatakan jumlah kejadian kebakaran kini telah mencapai 73 kali yang tersebar di sekitar 65 titik berbeda. Angka tersebut terus bertambah meski lokasi sudah beberapa kali diperiksa oleh tim ahli maupun aparat terkait.
"Sama yang ini tadi berarti totalnya 73 kali di sekitar 65 titik," kata Mutfiana saat ditemui, Senin (1/6/2026).
Suara.com yang berada di lokasi menyaksikan langsung peristiwa sebuah barang terbakar secara tiba-tiba di rumah tersebut. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12.20 WIB siang. Api muncul pada sebuah baju yang tengah digantung di dalam ruangan.
Saat itu, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada tengah berada di lokasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut, termasuk mengambil sejumlah sampel.
Kebakaran terbaru terjadi saat sebuah ruangan dalam kondisi kosong. Fia menuturkan, api baru diketahui ketika sang ibu hendak masuk ke ruangan tersebut untuk menunaikan salat. Saat ditemukan, api sudah dalam kondisi cukup besar sehingga harus segera ditangani agar tidak merembet ke area lain.
"Ruangan itu sebenarnya kosong waktu tadi, waktu terjadinya api. Ibu masuk baru kelihatan nih apinya udah gede," ujarnya.
Ia mengungkapkan frekuensi kemunculan api masih tergolong tinggi. Dalam sehari, kebakaran bisa terjadi berkali-kali di lokasi yang berbeda.
Baca Juga: Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
Sebagian besar titik kebakaran ditemukan pada benda-benda yang mudah terbakar, seperti kain, kardus, dan material serupa.
"Stabil, maksudnya tuh 7,8,7,8,9 kali (sehari) gitu," imbuhnya.
Fia menambahkan penggunaan blower sejauh ini cukup membantu dalam mengurangi potensi kemunculan api.
Hingga kini, keluarga belum dapat meninggalkan rumah tanpa pengawasan meski mereka telah memilih tinggal sementara di rumah sebelah.
Namun, anggota keluarga tetap bergantian berjaga selama 24 jam untuk mengantisipasi kemunculan api yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Ia memastikan rumah tidak pernah dibiarkan kosong. Sistem penjagaan dilakukan secara bergiliran agar setiap kemunculan api dapat segera diketahui dan dipadamkan sebelum membesar serta mengancam bangunan maupun barang-barang yang masih tersisa di dalam rumah.
"Iya, kita harus berjaga terus. Ada yang jaga setiap hari setiap waktu," tandasnya.
Berita Terkait
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam