- Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyoroti ketimpangan ekonomi masyarakat di daerah kaya sumber daya alam saat peringatan Hari Pancasila.
- Hasto menegaskan Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan pengelolaan kekayaan negara harus ditujukan sebesar-besarnya untuk mencapai kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
- Pemerintah diminta melakukan otokritik agar demokrasi ekonomi tidak bergeser menjadi sentralistik yang meminggirkan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Suara.com - PDI Perjuangan menyoroti ketimpangan sosial yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, meski daerah-daerah tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengingatkan bahwa Pasal 33 UUD 1945 bukanlah izin bagi negara untuk sekadar menguasai sumber daya secara mutlak, melainkan amanat konstitusi agar rakyat menjadi penerima manfaat tertinggi.
"Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata Hasto di Lenteng Agung, Senin (1/6/2026).
“Amanat terpenting adalah rakyat sebagai dasar kebijakan, orientasi, dan pihak yang mendapat kemanfaatan tertinggi atas pendayagunaan seluruh kekayaan negara. Bukan dikuasai negara, titik," imbuhnya.
Bagi PDI Perjuangan, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini harus menjadi cermin bagi para pengambil kebijakan untuk melihat mengapa rakyat lapisan bawah justru menjadi kelompok yang paling terpinggirkan dari kemakmuran tanah airnya sendiri.
Hasto menjelaskan bahwa Pasal 33 kerap disalahartikan. Menurutnya, penguasaan bumi, air, dan kekayaan alam oleh negara harus diletakkan pada satu tujuan mutlak, yakni sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
"Jangan seperti yang terjadi di Papua, Aceh, dan bagian dari provinsi Indonesia lainnya," ujar Hasto.
Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh hanya mengeksploitasi hasil bumi daerah demi kepentingan segelintir elite di pusat, sementara masyarakat lokal dibiarkan hidup dalam kesulitan ekonomi.
Menurutnya, momentum Hari Lahir Pancasila harus diiringi dengan otokritik serta pertanyaan reflektif mengenai kondisi nyata keadilan sosial saat ini.
Baca Juga: Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton
"Peringatan hari lahir Pancasila harus disertai dengan kontemplasi, disertai pertanyaan kritis untuk melihat realitas yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita," tegasnya.
Ia mempertanyakan mengapa demokrasi ekonomi yang dicita-citakan para pendiri bangsa kini bergeser menjadi lebih sentralistik, sehingga meminggirkan kehendak kolektif dan kedaulatan ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
Hasto juga mengingatkan akar filosofis Pancasila yang lahir dari penderitaan rakyat kecil.
“Pancasila mengandung suatu tekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan dan penindasan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton
-
PDIP: Sikap Kritis adalah Cermin Cinta Tanah Air, Tak Bisa Dihadapi dengan Represi
-
Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang
-
Kritik Keras Hasto PDIP di Hari Lahir Pancasila: APBN Mengkawatirkan, Utang Dibayar Pakai Utang!
-
Aturan DHE SDA Berlaku Hari Ini, Purbaya Minta Kepatuhan Repatriasi Wajib 100 Persen
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal
-
Bumi Diprediksi Makin Panas hingga 2030, Sudah Cukupkah Upaya Mitigasinya?
-
Prabowo Prediksi akan Ada Perlawanan dari Kelompok Tak Cinta Tanah Air
-
Prabowo: Ekonomi Indonesia Tak Boleh Hanya Menguntungkan Segelintir Orang
-
Prabowo: Ekonomi Indonesia Memang Tumbuh, Tapi Apa Sudah Merata dan Adil?
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
NASA Siapkan ' Buruh Robot' Masa Depan: Kecerdasan Buatan dan Drone Bakal Bangun Pangkalan di Bulan
-
Jokowi 'Dilupakan' Tanpa Undangan, Hari Lahir Pancasila Jadi Panggung Keakraban Prabowo-Megawati
-
PDIP: Sikap Kritis adalah Cermin Cinta Tanah Air, Tak Bisa Dihadapi dengan Represi
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air