Suara.com - Ratusan orang di luar Kedutaan Besar Indonesia di Makati, Filipina bersukacita ketika mendengar eksekusi terhadap Mary Jane Veloso ditunda.
"Eksekusi Mary Jane ditunda karena permintaan dari Presiden Filipina mengenai pelaku yang diduga perdagangan manusia telah menyerah di Filipina dan Mary Jane diperlukan untuk kesaksiannya," kata pengacara Mary Jane, Ismail Muhammad.
"Keajaiban menjadi kenyataan," ibunda Veloso, Celia Veloso mengatakan kepada stasiun radio DZMM. "Kami sangat senang, saya tidak percaya itu. Aku tidak percaya anak saya akan hidup. "
Charles Jose, juru bicara Departemen Luar Negeri Filipina juga tak bisa menyembunyikan kelegaannya karena Mary Jane batal dieksekusi.
"Tuhan telah menjawab doa-doa kita," katanya.
Lantas siapa penyelamat Mary Jane? Dia adalah Maria Kristina Sergio, yang juga dikenal sebagai Mary Christine Gulles Pasadilla. Inquirer melaporkan perempuan ini telah menyerahkan diri ke polisi dan mengaku dialah yang merekrut Mary Jane dan mengirimkannya ke Indonesia.
Dia mengatakan kerabat dan pendukung Veloso bisa membahayakan dirinya jika Mary Jane dieksekusi. Dalam sebuah wawancara televisi baru-baru ini, Sergio membantah semua tuduhan yang diarahkan pada dirinya, dan mengatakan bahwa dia bukan bagian dari sindikat narkoba. Dia juga memohon masyarakat tak menghukum dirinya.
Maria Kristina Sergio didampingi pasangannya, Julius Lacanilao ketika menyerah kepada polisi. Ia mengaku merekrut Mary Jane untuk menyelundupkan obat-obatan. (news.com.au)
Berita Terkait
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
DPR Kecam UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina, Disebut Langkah Menuju Genosida
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf