Suara.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan. Tim ini terdiri dari pasukan khusus dari semua matra atau angkatan, yakni Kopassus-AD, Paskhas-AU, dan Denjaka-AL.
"Kami akan standby-kan dalam enam bulan. Tempatnya tertentu dan mereka diberikan akomodasi, logistik. Jadi jika sewaktu-waktu diperlukan, Panglima TNI bisa siap. Bila ada ancaman, Panglima bisa peringatkan (lawan)," kata Moeldoko.
Dia menjelaskan pasukan khusus gabungan TNI akan dikomandoi secara bergilir dari setiap komandan pasukan khusus angkatan. Untuk komandan angkatan pertama akan dipimpin oleh komandan Jenderal Kopassus dari AD, kemudian bergilir ke Komandan Marinir, selanjutnya Komandan Paskhas.
"Ini pasukan yang standby apabila diperlukan dalam hitungan menit dan detik siap diberangkatkan. Rencana sementara kami akan tempatkan pos Sentul. Semua negara dalam menghadapi lingkungan seperti ini memiliki pasukan operasi khusus," kata dia.
Menurutnya jumlah personel pasukan gabungan tidak sebanyak pasukan di batalyon.
"Jumlah personil maksimum 70 orang, karena ini pasukan khusus. Jadi tidak perlu banyak-banyak," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
-
Aksi Jual Asing Marak, Saham BBCA Sudah 'Diskon' Hampir 10 Persen
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
Terkini
-
Gaji Guru Honorer Cuma Rp200500 Ribu, DPR Ingatkan Negara: Pembiaran Adalah Bentuk Pelanggaran HAM
-
Pohon Tumbang Hantam SPBU Dekat Fly Over Matraman, Empat Orang Luka-Luka
-
Banjir Daan Mogot, Gegana Brimob Evakuasi Warga Terjebak di Ruko Golden Ville
-
Bestari Barus Siap Gelar Karpet Merah untuk Rusdi Masse Jika Gabung PSI
-
RI Gabung Dewan Perdamaian Inisiasi Trump, DPR Beri 4 Catatan: Dari Geopolitik Hingga Dana Rp16 T
-
Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia Terkait Dugaan Fraud Triliunan Rupiah
-
Dekap Erat Balita di Atas Perahu Karet, Nisa Pilih Mengungsi saat Air Setinggi Pinggang di Kosambi
-
Langit Bogor 'Ditaburi' 800 Kg Kalsium Oksida, Operasi Cegat Hujan Ekstrem untuk Jakarta
-
Aksi Sadis Bapak-Anak Siksa Monyet di NTT Berakhir di Bui, Videonya Bikin Netizen Murka
-
Data Terbaru Banjir Jakarta: 143 RT Terendam, Rawa Buaya dan Cipulir Tembus 1 Meter