Suara.com - Reaksi keras Presiden Prancis Francois Hollande mengenai eksekusi mati terhadap warganya, Serge Areski Atlaoui, yang menjadi terpidana kasus narkotika di Indonesia tidak akan mengganggu kerja sama pengadaan alat utama sistem senjata antara TNI AL dan Prancis.
"Alutsista, kan diikat kontrak, jadi kecil untuk dihubung-hubungkan dengan masalah itu," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksma Manahan Simorangkir melalui pesan singkat kepada suara.com, Kamis (30/4/2015).
Kerja sama alutsista antara Indonesia dan Prancis telah berjalan sebelum pelaksanaan eksekusi mati terhadap warga Prancis di Nusakambangan.
Dalam waktu dekat Kapal Perang Republik Indonesia Rigel dengan nomor lambung 933 yang dibangun di Prancis akan tiba di Indonesia.
Diperkirakan, satu dari dua kapal perang yang dipesan Indonesia itu akan tiba di Tanah Air pada pertengahan Mei 2015.
Kapal berteknologi canggih tersebut akan mampu melakukan survei bawah laut, bahkan bisa mencitrakan apa pun yang berada di bawah laut sampai kedalaman 1.000 meter.
KRI Rigel dibangun oleh galangan kapal OCEA di Les Sables d‘Olonne, Prancis.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim
-
Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?
-
Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual
-
Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?
-
Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat
-
Tak Percaya Polri dan Kejagung, SEMA UGM Desak KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Disimpan Dalam Koper President! Don Ritto Tak Berani Ungkap Pengusaha Pemilik Duit di Cafe de'Clan
-
MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi
-
Roy Suryo Gugat Pasal Peretasan di Praperadilan, Tim Hukum Uji Bukti Lewat Komputer Pengadilan
-
Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88 Sebut Pelaku Terinspirasi Kasus Bom SMAN 72 Jakarta