Suara.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun merasa heran dengan perkembangan isu tentang reshuffle Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, terlihat aneh Presiden Jokowi justru didorong untuk melakukan perombakan kabinet.
"Ini kenapa presiden kok didorong untuk melakukan reshuffle kabinet," kata Misbakhun dalam diskusi yang bertajuk 'Menanti Sabda Reshuffle' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2015).
Menurutnya, jika Presiden Jokowi terus didorong melakukan reshuffle para pembantunya, maka nantinya akan timbul perspektif baru bahwa presiden salah melakukan penyusunan kabinet pada awal pemerintahan.
"Kalau sampai kemudian presiden didorong dan melakukan reshuffle, maka akan timbul prespektif baru presiden salah melakukan pembentukan kabinet kerja. Presiden tentu tidak ingin disebut gagal dan salah memilih orang," tuturnya.
Lebih lanjut, Misbakhun mengatakan tidak pantas jika orang disekitar Jokowi terus mendorong agar adanya bongkar pasang Kabinet Kerja.
"Adalah tidak elok jika kita mendorong reshuffle, tapi presiden belum ingin melakukan perombakan. Kabinet kerja itu kan berbasis kinerja, jika ada evaluasi kerja itu memang keharusan," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam