Suara.com - Sebuah komunitas kreatif di Tokyo, Yaocho Bar Group membuat inovasi unik soal kampanye anti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang disebab kan kepada pengaruh minuman keras atau bir. Kampanye itu dilakukan justru di dalam sebuah bar.
Yaocho mendesain beer coasters atau tatakan gelas bir yang bergambar seorang perempuan bermuka penuh luka. Luka lebam dimata dan mulut itu diakibatkan pukulan.
Tatakan bir itu diberi nama 'The Violence Coasters'. Isi pesannya, si pelanggan bar harus bertanggungjawab atas apa yang mereka minum.
Dalam beer coasters itu dituliskan pesan "Jangan biarkan minum berlebihan berakhir dalam kekerasan dalam rumah tangga".
Kampanye itu juga dilakan dalam sebuah video yang diunggah di Youtube. Dalam video itu menggambarkan orang-orang yang muntah, dan mabuk berlebihan setelah menenggak minuman keras.
Daily Mail melansir, banyak orang di belahan dunia mengimpikan untuk tinggal di Jepang. Jepang dianggap negara yang aman. Namun nyatanya tidak. Di kehidupan sosial, banyak penduduk Jepang di Tokyo berbuat sesuka hati saat mabuk. Mereka bahkan memukul, bahkan tidur di jalanan. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas