Suara.com - Perilaku cacing yang tiba - tiba muncul ke permukaan tanah di sebagian wilayah Bantul, Yogyakarta, beberapa hari terakhir, menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Riyadi, karena adanya perubahan cuaca ekstrim. Ia mengatakan itu bukan pertanda akan datang gempa bumi lagi.
"Saya sudah cek, perilaku abnormalnya cacing tanah di Bantul karena lima hari sebelumnya kan di Bantul sama sekali tidak ada hujan dan panas, lalu tiba - tiba dua hari berikutnya hujan lebat dan cuaca dingin, jadi kemungkinan karena perubahan itu jadi cacing pada keluar," kata Riyadi.
Riyadi menambahkan perilaku cacing tanah tersebut sama halnya dengan keluarnya laron setelah hujan.
"Kalau dengan gempa tidak ada hubungannya, fenomena cacing ini kan sama halnya dengan laron kalau setelah hujan terus tidak hujan," kata Riyadi.
Riyadi sudah memeriksa dan menghimpun informasi di Bantul dengan peralatan pendeteksi awal gempa dan tidak ada perubahan parameter yang signifikan.
"Dari monitoring prekursor stasiun Pundong selama satu minggu juga tidak menunjukkan adanya perubahan paramater (temperatur, tekanan, temperatur bawah permukaan dan emisi radon) sehingga kemungkinan tidak ada kaitannya dengan akan terjadinya gempa bumi," kata Riyadi. (Wita Ayodhyaputri)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat