Suara.com - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Prabowo Soenirman mengatakan maju ke bursa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 melalui jalur independen atau non partai politik bukan langkah mudah.
Itu sebabnya, bagi Partai Gerindra kalau nanti Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok maju lagi lewat jalur independen, bukan ancaman.
"Soal ancaman tidaklah karena partai jelas pendukungnya. Dengan basis massa yang jelas. Sedangkan independen harus mencari lagi," kata Prabowo kepada Suara.com melalui pesan singkat, Selasa (9/6/2015).
Prabowo mengapresiasi gerakan sosial yang dilakukan komunitas temanahok.com dengan cara menggalang sejuta foto kopi KTP warga Jakarta untuk memenuhi syarat KPU agar Ahok bisa maju lewat jalur non partai.
"Soal Teman Ahok yang siap mendukung Ahok tinggal membuktikan saja, apakah mereka bisa mengumpulkan satu juta KTP yang bisa mendukung Ahok untuk maju lagi sebagai calon independen," kata Prabowo.
Gerakan mendukung Ahok maju lagi di pilkada, menurut Prabowo, sah-sah saja dan positif.
Tapi yang jelas, kata Prabowo, partainya tidak akan mendukung Ahok.
"Yang pasti Gerindra tidak akan mendukung Ahok lagi," kata Prabowo.
Seperti diketahui, Ahok meninggalkan Partai Gerindra pada akhir 2014. Sejak itu, dia tidak punya bendera partai lagi.
"Saya sudah resmi mengundurkan diri dari Gerindra. Sejak saya memasukkan surat ini, saya sudah bukan orang partai politik lagi," kata Ahok yang ketika itu masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo di Balai Kota Jakarta, Rabu (10/9/2014).
Salah satu alasan Ahok mundur dari Gerindra ialah karena menolak keputusan Gerindra yang meminta pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Di Gerindra, waktu itu Ahok menjabat Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Kejagung Sita Lamborghini hingga Kantor di Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit Kalbar
-
Penyekap Wanita di Bandung Buron, Polisi Didesak Kerahkan Kemampuan Terbaik TangkapTaufik Hidayat
-
Bukan Hukuman Ringan, Nadiem Makarim Berharap Bisa Bebas dalam Putusan Hakim
-
Wamendikdasmen Akan Cek Dugaan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam
-
Pengurus BEM Fakultas UBK yang Tampung Suap Rp20 Juta Terancam Sanksi Akademik
-
Bapemperda DPRD DKI Jakarta Dorong PAM Jaya Percepat Perbaikan Pipa
-
Gerak Cepat Tangani Rob Pati, Ahmad Luthfi Siapkan Rp400 Juta untuk Rehabilitasi Tanggul
-
Alasan Kesehatan, Hakim Bacakan Vonis Nadiem Makarim Selasa Pekan Depan
-
Ikatan Keluarga Dewan DPRD DKI Perkuat Organisasi dan Pengabdian Masyarakat
-
55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi