Ditelanjangi, dimandikan, lalu harganya ditaksir
Di bawah ISIS, perempuan yang dijadikan budak diperlakukan bak binatang.
"Mereka dikunci di dalam sebuah ruangan, lebih dari 100 orang dikurung di dalam sebuah rumah kecil. Mereka ditelanjangi dan dimandikan," tutur dia.
Mereka lalu dikumpulkan dan dipamerkan di hadapan sekelompok lelaki, yang bertugas untuk menaksir harga.
Bangura memberi contoh seorang anak perempuan berusia 15 tahu yang dijual ke seorang pemimpin ISIS berusia sekitar 50an tahun. Lelaki itu menunjukkan kepada anak itu sebuah senjata dan tongkat, lalu bertanya, "Apa yang kamu mau?"
"Anak itu menjawab, 'senjata'. Ia lalu mengatakan, 'Saya tidak membeli kamu agar kamu bisa bunuh diri.' Gadis itu lalu diperkosa," beber Bangura.
Berikutnya: Merayu anggota dari luar negeri...
Merayu anggota dari luar negeri
Menculik perempuan dan anak-anak adalah salah satu strategi kunci ISIS untuk merayu anggota baru dari negara asing, khususnya dari Eropa dan Asia.
Baca Juga: Cerita Hacker Australia Bobol Situs Kelompok Teroris ISIS
"Ini adalah cara untuk menarik minat para pemuda: kami punya gadis-gadis untuk Anda, para perawan yang bisa kalian nikahi," kata Bangura, "Para pemuda ini adalah tulang punggung kekuatan ISIS."
Sebuah laporan terbaru PBB menunjukkan bahwa hampir 25.000 orang dari 100 negara terlibat dalam konflik di seluruh dunia. Jumlah terbesar ada di Suriah dan Irak.
Bangura mengatakan cara-cara pelecehan dan perbudakan perempuan yang dilakukan ISIS mirip dengan praktik abad pertengahan. Ia mengatakan ISIS ingin membangun masyarakat yang mirip dengan kehidupan pada abad 13.
Untungnya, meski sudah dianiaya dan dilecehkan komunitas minoritas Yazidi - salah satu kelompok yang para perempuannya paling banyak diculik ISIS - bisa menerima kembali dan mendukung perempuan-perempuan yang lolos dari jerat ISIS.
Ia memuji pemimpin agama Yazidi, Baba Sheikh, karena secara terbuka mengumumkan bahwa para perempuan itu harus dimengerti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Perbedaan Sunscreen Skintific dan Amaterasun, dari Tekstur hingga Tingkat Proteksi
-
Masker Jadi Barang Buruan, Harga Melonjak: Ada Ancaman Pidana bagi Pedagang Nakal?
-
Karhutla Jadi Bencana Paling Banyak Terjadi di Indonesia, Capai 627 Kejadian
-
Huawei FreeBuds 7 Resmi Meluncur, Bawa Fitur ANC AI Baterai Tahan 42 Jam
-
Ulasan Novel Membunuh Alice: Ketika Mimpi Buruk Menjadi Kenyataan
-
Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, LEPAS Ekspansi Pasar Mobil Listrik Premium
-
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih Siaga
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600