Suara.com - Pemerintah mengusulkan ke DPR agar penyaluran subsidi elpiji tiga kilogram bisa dilakukan dengan kartu khusus.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja mengungkapkan, cara penggunaan kartu perlu dilakukan karena penyaluran subsidi saat ini dianggap salah sasaran dan belum mampu menekan pembengkakan anggaran pemerintah.
“Entah nantinya pakai Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau bisa juga dengan kartu khusus subsidi elpiji. Ini masih dibicarakan lagi bagaimana mekanismenya," kata Wirat saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/2015).
Dia mengaku, saat ini Kementerian ESDM sedang menyusun pilot project untuk penerapan pola subsidi tersebut dan diperkirakan akhir 2015 bisa direalisasikan.
“Kita sedang (menyusun) pilot project. Tahun ini selesai. Daerahnya nggak bisa kita bilang di mana-mana, nanti mereka pada menolak," terang Wirat.
Wirat mengungkapkan, upaya penyaluran lewat kartu ini sebagai langkah untuk mengalihkan triliunan anggaran subsidi elpiji langsung kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
“Soalnya, pola yang saat ini tidak tepat malah membuat anggaran negara menjadi meningkat. Saat ini sedang diproses dan dibicarakan oleh DPR. Tadi ada yang setuju tapi ada yang menolak juga, nanti kita sampaikan lagi,” kata Wirat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar
-
Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait
-
SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten
-
Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres
-
Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar
-
Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus
-
Usut Korupsi Outsourcing Pekalongan, KPK Cecar Ryan Savero Soal Aliran Uang ke Fadia Arafiq
-
Sering Jumat Berkah, Pemilik Kontrakan Ungkap Aktivitas Bidan di Sleman Usai 11 Bayi Dievakuasi