Suara.com - Delapan puluh persen dari penduduk Yaman, atau lebih dari 20 juta warga, membutuhkan bantuan kemanusiaan, demikian disampaikan UNICEF, badan PBB yang mengurusi pengungsi, hari Kamis (11/6/2015). Jumlah itu meningkat hampir lima juta jiwa sejak badan tersebut mengeluarkan laporan terbaru pekan lalu.
Selama lebih dari 11 pekan, koalisi militer Arab telah menyerang milisi Houthi, kelompok yang saat ini menguasai Yaman, dalam upaya mengembalikan kekuasaan Presiden Yaman yang kini berada di pengasingan. Koalisi juga mendukung para petempur setempat ikut melawan Houthi di medan-medan pertempuran di seantero negeri.
Blokade yang dibuat pasukan koalisi terhadap wilayah udara serta pelabuhan-pelabuhan Yaman menyebabkan pasokan makanan dan bahan bakar ke negara kering itu terputus. Pompa-pompa yang menyediakan air untuk minum dan kebersihan sekarang sebagian besar tidak dapat dioperasikan.
"Saat ini, diperkirakan 20,4 juta orang, di antaranya 9,3 juta anak-anak, membutuhkan bantuan kemanusiaan," kata Deputi Perwakilan UNICEF Jeremy Hopkins di Sanaa.
"Pada praktiknya, blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Yaman, kendati beberapa sudah berkurang, berarti bahwa bahan bakar tidak dapat masuk ke negara itu, dan karena pompa-pompa itu dijalankan mesin, lebih dari 20 juta orang tidak memiliki akses terhadap air bersih," tambahnya.
Kebutuhan-kebutuhan kemanusiaan darurat lainnya, katanya, juga terkait kekurangan gizi dan pasokan medis, meningkatnya jumlah warga sipil yang tewas dalam serangan-serangan udara, perekrutan tentara anak-anak serta hancurnya sekolah-sekolah oleh pihak-pihak yang bertikai.
Bahkan, sebelum konflik, UNICEF mengatakan ada sekitar 10 juta orang di Yaman yang membutuhkan kemanusiaan. (Antara/Reuters)
Tag
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas
-
Jelang Demo di DPR, Rekening Rp80,9 Juta dan Akun TikTok Aktivis Pati Botok Terblokir Tiba-tiba
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants
-
Perbedaan Tinted Sunscreen vs Skin Tint vs BB Cream, Ini Fungsinya
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas
-
Tembus Rp103,81 Triliun, Ekonom Puji Konsistensi BRI Salurkan KUR Tepat Sasaran