- Polda Metro Jaya mendalami identitas pelapor kasus Pandji Pragiwaksono yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda NU dan Muhammadiyah.
- Kepolisian akan mengklarifikasi kapasitas pelapor dan hubungannya dengan organisasi NU serta Muhammadiyah.
- PBNU dan PP Muhammadiyah secara resmi membantah keterlibatan mereka dalam pelaporan tersebut.
Suara.com - Polisi Dalami Identitas Pelapor Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono, Klaim atas Nama NU–Muhammadiyah Diselidiki!
Polda Metro Jaya masih mendalami identitas pihak yang melaporkan pelapor komika Pandji Pragiwaksono atas dugaan kasus penghasutan dan penistaan agama terkait materi stand up comedy Mens Rea.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan, pelapor yang tercantum dalam laporan adalah kelompok yang menggunakan nama Aliansi Pemuda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
“Itu pelapor yang menyampaikan laporan di kami,” kata Iman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/1/2026).
Ia menambahkan, para pelapor juga telah memberikan klarifikasi terkait latar belakang mereka.
“Pelapor sudah menyampaikan juga bahwa para pelapor adalah bagian daripada organisasi atau pecinta daripada NU dan Muhammadiyah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan, kepolisian akan mendalami lebih jauh kapasitas pelapor, termasuk memastikan hubungan mereka dengan organisasi yang disebutkan dalam laporan.
“Nanti itu akan didalamin pasti. Kalau di sini, di dalam laporan itu menyatakan bahwa Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah,” kata Budi.
Menurut Budi, klarifikasi tidak hanya dilakukan kepada pelapor, tetapi juga akan melibatkan organisasi yang namanya dicatut dalam laporan tersebut.
Baca Juga: Kritik Tanpa Filter: Menakar Getirnya Realitas di Balik Tawa Mens Rea
“Tadi disampaikan oleh Pak Direktur, tentunya kapasitas pelapor ini juga akan diklarifikasi kepada organisasi tersebut. Kami mohon waktu ya,” ujarnya.
NU dan Muhammadiyah Bantah
Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara tegas membantah terlibat dalam pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono.
Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyatakan kelompok angkatan muda yang mengatasnamakan NU bukan bagian dari struktur organisasi.
Dalam struktur resmi NU, kata Ulil, tidak pernah ada nama Angkatan Muda NU, baik sebagai lembaga maupun badan otonom.
Bantahan serupa juga disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PP Muhammadiyah menegaskan setiap tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi atau mandat organisasi.
“Pengatasnamaan Muhammadiyah oleh kelompok atau individu tertentu dalam konteks tindakan hukum maupun pernyataan publik tidak serta-merta mencerminkan pandangan dan sikap Persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan dalam keterangannya yang diunggah melalui akun Instagram @lensamu dan @mpksdi_ppm, Jumat (9/1/2026).
Kasus Pandji Pragiwaksono sendiri saat ini masih berada pada tahap penyelidikan di Polda Metro Jaya, termasuk klarifikasi terhadap pelapor, pendalaman barang bukti, serta penelusuran kapasitas hukum pihak-pihak yang terlibat.
Berita Terkait
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
-
Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan, Garin Nugroho Singgung Mental Kerdil Hadapi Kritik
-
Kriminalisasi Tawa: Menakar Kebebasan Berekspresi di Balik Kasus Mens Rea
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!