- Gerakan Kader Umat Islam demonstrasi di Komdigi, Jakarta, menuntut *takedown* tayangan Pandji di Netflix pada Senin (12/1/2026).
- Massa mengancam mendatangi Polda Metro Jaya keesokan harinya untuk mengusut dugaan tindak pidana penghinaan agama oleh Pandji.
- Polda Metro Jaya telah menerima laporan terkait materi tersebut dari kelompok muda NU dan Muhammadiyah, namun PBNU membantah keterlibatan resminya.
Suara.com - Ratusan massa yang mengatasnamakan Gerakan Kader Umat Islam menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat, Senin (12/1/2026). Usai menyampaikan tuntutan takedown tayangan Mens Rea Show Pandji Pragiwaksono dari platform Netflix, massa mengancam akan melanjutkan aksi ke Polda Metro Jaya.
Koordinator aksi, Fachrullah Jasadi, menyebut aksi demonstrasi di Komdigi hanyalah langkah awal. Ia memastikan pihaknya akan mendatangi Polda Metro Jaya untuk mendesak aparat kepolisian segera memproses dugaan tindak pidana yang dituding dilakukan oleh Pandji.
“Bahwa Gerakan Kader Umat Islam tidak hanya sampai di sini. Besok kami akan mendatangi Polda Metro Jaya, meminta kepada Kapolda Metro Jaya dan jajarannya untuk segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana penghinaan terhadap ibadah sholat umat Islam yang dilakukan oleh Pandji Pragiwaksono,” ujar Fachrullah kepada wartawan.
Dalam aksi di Komdigi, massa menuntut pemerintah segera melakukan take down Mens Rea Show yang ditayangkan di Netflix. Tayangan tersebut dinilai memuat narasi penistaan agama hingga berpotensi memicu kegaduhan sosial dan konflik horizontal.
Menurutnya, pembiaran terhadap konten tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan Komdigi terhadap platform digital. Padahal negara memiliki kewenangan penuh untuk menindak konten bermuatan penghinaan terhadap agama.
"Kebebasan berekspresi bukanlah kebebasan untuk menghina agama Islam. Ketika praktik ibadah umat Islam dijadikan bahan olok-olok, lelucon dan satire politik di ruang publik, maka negara wajib hadir untuk melindungi hak konstitusional umat beragama,” katanya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerima laporan terhadap komika Pandji terkait materi Mens Rea.
Laporan tersebut dilayangkan oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah dan tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.
Polisi menyatakan proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan menganalisis barang bukti, mengklarifikasi pelapor, serta melibatkan ahli untuk mengkaji batas kebebasan berekspresi dan seni di ruang publik.
Baca Juga: Pakar: Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Salah Alamat, Ini Alasannya!
Belakangan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara tegas membantah terlibat dalam pelaporan terhadap Pandji.
Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyatakan kelompok angkatan muda yang mengatasnamakan NU bukan bagian dari struktur organisasi.
Dalam struktur resmi NU, kata Ulil, tidak pernah ada nama Angkatan Muda NU, baik sebagai lembaga maupun badan otonom.
Bantahan serupa juga disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PP Muhammadiyah menegaskan setiap tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi atau mandat organisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi