- Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, diperiksa KPK sebagai saksi dugaan suap Bupati nonaktif Ade Kuswara Kunang pada Senin (12/1/2026).
- Pemeriksaan Nyumarno meliputi jabatannya di DPRD dan ia mengaku tidak tahu tentang perkara yang melibatkan tiga tersangka tersebut.
- Tiga tersangka kasus dugaan ijon proyek ini adalah Bupati Ade Kuswara Kunang, ayahnya HM Kunang, dan pihak swasta Sarjan.
Suara.com - Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, rampung menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia mengaku dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan pidana yang saat ini menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.
“Hari ini saya kebetulan diminta keterangan sebagai saksi. Ya, pertanyaannya seputar saya sebagai warga negara kan diminta kehadirannya sebagai saksi ya,” katanya, di KPK, Senin (12/1/2026).
Ia mengaku jika tidak mengetahui perkara yang kini telah ada tiga tersangka. Diketahui, selain Ade dua tersangka lain yang ikut terjerat dalam perkara ini yakni HM Kunang dan seorang pihak swasta Sarjan.
“Ya seputar tahu tidak tentang peristiwa hukum Pak Ade, Pak HM Kunang, kemudian Pak Sarjan. Saya jawab sudah, saya tidak tahu tentang peristiwa itu,” ungkapnya.
Selanjutnya, Nyumarno juga ditanyakan soal jabatannya sebagai anggota DPRD. Kendati kedatangan Nyumarno di lembaga antirasuah tersebut sekira pukul 13.48 WIB, namun dirinya mengaku diperiksa hanya sekitar 3 jam.
“Ditanya seputar tentang jabatan saya sebagai anggota DPRD ya, di alat kelengkapan dewan, di Badan Anggaran, di Badan Musyawarah, Bapemperda, terus hal-hal lain ya seputar itu saja sih. Tiga jam saya tadi diperiksa,” ungkapnya.
Nyumarno sempat mengklaim jika dirinya sama sekali tidak dimintai keterangan soal aliran uang dari Ade Kunang.
“Tidak ada sama sekali saya dimintain keterangan aliran uang dari misalnya Pak Bupati atau apa itu tidak ada. Jadi tidak benar,” ungkapnya.
Baca Juga: Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
Diketahui bersama, Nyumarno hari ini memenuhi panggilan dari pihak KPK. Ia diperiksa soal kasus dugaan suap praktik ijon proyek yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang.
Dalam pemanggilan pertamanya, Nyurmano sempat mangkir. Namun ia mengklaim dirinya tidak hadir dalam panggilan pertama karena surat dari pihak KPK tidak sampai ke tangannya.
Sebabnya dirinya baru bisa hadir dalam panggilan kali ini.
Diketahui bersama, dalam perkara ini KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang; Ayah Ade, HM Kunang; dan seorang pihak swasta Sarjan.
Ketiganya dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Tipikor dan KUHP. Mereka ditahan sejak 20 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.
Diketahui, Ade bersama ayahnya melakukan praktik ijon dengan meminta setoran kepada pihak swasta meski proyek yang dijanjikan belum ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal