Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nachrowi mengaku tidak peduli dengan isu reshuffle yang hendak dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana loyalitas dan integritas dalam bekerja.
"Yang penting kita bekerja, bekerja. Seperti Anda, berkomitmen di masing-masing media, Anda tentu akan memberikan yang terbaik," ujar Imam di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2015).
Menurut Imam, seluruh menteri dari PKB juga sudah bekerja dengan baik. PKB sendiri diketahui punya tiga menteri yang berada di Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (JK), yaitu Menteri Desa Marwan Ja'far, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, serta Imam sendiri.
"Tapi, seperti apa penilaian atasan, kita serahkan kepada beliau (Jokowi). Ini bulan Ramadan. Kita harus berbaik sangka, tidak boleh berburuk sangka," katanya pula.
Untuk diketahui, pada pekan lalu, Presiden Jokowi memerintahkan kepada seluruh menterinya untuk membuat laporan pencapaian kinerja selama enam bulan terakhir, serta rencana kerja untuk enam bulan ke depan.
Setelah menerima laporan tersebut dua hari lalu, Jokowi akan menjadikannya bahan evaluasi dalam mengukur kinerja para pembantunya. Dia juga mengaku sudah menerima masukan dari Kantor Staf Presiden mengenai kemajuan program setiap kementerian.
Atas dasar bahan pertimbangan tersebut, Jokowi pun mengaku sudah memiliki penilaian terhadap para menterinya. Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan segan-segan mencopot pejabat yang berkinerja buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik
-
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK: Soroti Ancaman Denda Rp500 Juta dan Kontrol Global
-
Siswa SMK Karawang Terancam Hukuman Mati Usai Rencanakan Pembunuhan Adik Kelas