Suara.com - Bank Indonesia bekerjasama dengan 14 bank lainnnya membuka loket penukaran uang pecahan kecil dilapangan parkir Lenggang, Kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Aksi yang digelar sejak 17 Juni -15 Juli 2015 ini langsung disambut positif oleh masyarakat yang hendak menukarkan uangnya untuk menyambut hari raya Idul Fitri 2015.
Pantauan suara.com, sejak pukul 09.00 WIB pagi sudah terlihat masyarakat mulai mengantre ditenda-tenda yang telah disediakan oleh Bank Indonesia.
Sebelum menukarkan uang, warga diminta untuk mengisi formulir pendaftaran terlebih dahulu. Sedikitnya ada lima tenda yang disediakan oleh BI yang telah dipenuhi oleh warga.
Meskipun cuaca sangat panas, situasi itu tidak menyurutkan antusiasme warga menukarkan uangnya di loket-loket yang disediakan.
Tenda-tenda yang dilengkapi kursi antrean pun tidak cukup menampung jumlah warga yang ingin menukarkan uangnya.
Asisten Direktur Departemen Pengedaran Uang BI, T. Faisal mengatakan, hingga pukul 11.00 WIB sekitar 400 warga sudah mulai mengantre di lapangan Lenggang untuk menukarkan uangnya.
“Kalau sampai jam 11.00 hari ini saja sudah sekitar 400 pengunjung mengantre dan akan menukarkan uangnya. Mereka sebelum menukar uang harus isi formulir, dalam formulir itu mereka mencantumkan mau tukar uangnya berapa dengan pecahan apa saja. Ini biar lebih cepat penukarannya nanti di loket,” kata Faisal saat ditemui, Kamis (25/6/2015).
Adapun 14 bank yang berpartisipasi melayani penukaran uang, selain BI antara lain:
1. PT Bank Mandiri Syariah,
2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN),
3. PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII),
4. PT CIMB Niaga Tbk
5. PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta (Bank DKI).
6. PT Bank Central Asia Tbk (BCA),
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!