Suara.com - Pemandangan langka terlihat di Bundara Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (28/6/2015). Di sana biasa digelar aksi demonstrasi saat car free day. Namun bagaimana jika dua kelompok berbeda pandangan di isu yang sama saling berhadapan?
Ini terjadi pada dua massa pendukung dan penolak Sutiyoso jadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Pantauan Suara.com, sejumlah aktivis yang menolak pencalonan Sutiyoso membawa atribut-atribut demo dengan bermacam tulisan seperti "#Tolak Sutiyoso Jadi Kepala BIN", "Bebaskan BIN Dari Partai Politik", dan "BIN Bukan Penampungan Orang Jompo".
Aktivis tersebut tergabung dalam Pemuda Untuk Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Dalam aksinya tersebut mereka juga menyerukan yel-yel dan nyayian untuk menyatakan penolakan Sutiyoso menjadi kepala BIN.
Sedangkan aktivis yang mendukung pencalonan Sutiyoso sebagai kepala BIN yang tergabung dalam Gabungan Relawan Jokowi membawa spanduk yang bertulisakan "Mendukung Kebijakan Presiden Joko Widodo Menetapkan Sutiyoso Sebagai Calon Tunggal KaBIN".
Tak hanya spanduk, mereka juga membawa ondel-ondel dalam aksinya tersebut. Mereka berjoget dan berorasi untuk menyatakan dukungannya kepada Jokowi.
Maret, salah satu relawan pendukung pencalonan Sutiyoso mengatakan pihaknya akan terus mendukung sepenuhnya keputusan presiden. Pasalnya, presiden adalah Panglima tertinggi di Indonesia dan harus di hormati setiap keputusannya.
"Kami di sini mendukung keputusan presiden. Dia kan panglima tertinggi di Indonesia, jadi harus di hormati. Keputusan presiden merupakan hak preogatif jadi enggak bisa di ganggu gugat. Sutiyoso layak jadi Kepala BIN, masa lalu ya itu kan masa lalu," kata Maret.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!