Suara.com - Rapat paripurna DPR penutupan masa sidang IV 2014-2015 mencatat, perlindungan anak di Indonesia belum maksimal merujuk pada kasus pembunuhan bocah cilik Engeline Margriet Megawe (Angeline) di Bali.
Ketua DPR Setya Novanto yang membacakan pidato penutupan masa sidang itu mengimbau, seluruh elemen masyarakat bisa bersatu agar lebih memberikan perhatian terhadap perlindungan anak.
"Kita sadar belum maksimalnya perlindungan anak di negeri ini, seperti kasus Engeline dan kasus lainnya, termasuk belum terpenuhinya pendidikan dasar dan gizi untuk anak di sejumlah daerah," kata Setya di DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2015).
Karenanya, Politisi Golkar ini mengimbau seluruh masyarakat bisa melaksanakan perintah UU tentang perlindungan anak secara sungguh-sungguh, supaya tidak ada peristiwa seperti ini lagi.
"Oleh karena itu, pimpinan DPR mengimbau kepada seluruh elemen, khususnya orang tua, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, lembaga sosial kemasyarakatan, aparatur penegak hukum, serta masyarakat pada umumnya untuk sama-sama memberikan perhatian yang lebih terhadap perlindungan anak," ujarnya.
Mulai besok DPR memasuki masa reses masa sidang IV tahun 2014-2015. Reses ini akan berlangsung sampai tanggal 13 Agustus dan masa sidang berikutnya akan dimulai pada 14 Agustus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar