News / Nasional
Selasa, 07 Juli 2015 | 13:22 WIB
Aksi Seribu Lilin Untuk Angeline. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Rapat paripurna DPR penutupan masa sidang IV 2014-2015 mencatat, perlindungan anak di Indonesia belum maksimal merujuk pada kasus pembunuhan bocah cilik Engeline Margriet Megawe (Angeline) di Bali.

Ketua DPR Setya Novanto yang membacakan pidato penutupan masa sidang itu mengimbau, seluruh elemen masyarakat bisa bersatu  agar lebih memberikan perhatian terhadap perlindungan anak.

"Kita sadar belum maksimalnya perlindungan anak di negeri ini, seperti kasus Engeline dan kasus lainnya, termasuk belum terpenuhinya pendidikan dasar dan gizi untuk anak di sejumlah daerah," kata Setya di DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2015).

Karenanya, Politisi Golkar ini mengimbau seluruh masyarakat bisa melaksanakan perintah UU tentang perlindungan anak secara sungguh-sungguh, supaya tidak ada peristiwa seperti ini lagi.

"Oleh karena itu, pimpinan DPR mengimbau kepada seluruh elemen, khususnya orang tua, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, lembaga sosial kemasyarakatan, aparatur penegak hukum, serta masyarakat pada umumnya untuk sama-sama memberikan perhatian yang lebih terhadap perlindungan anak," ujarnya.

Mulai besok DPR memasuki masa reses masa sidang IV tahun 2014-2015. Reses ini akan berlangsung sampai tanggal 13 Agustus dan masa sidang berikutnya akan dimulai pada 14 Agustus.

Load More