Suara.com - Pelaksana Tugas Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) yang juga sebagai peserta calon Pimpinan KPK, Johan Budi SP tidak butuh waktu banyak untuk menyelsaikan 70 soal yang diberikan oleh Tim Panitia Seleksi Capim KPK.
Johan hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk menuntaskan 70 soal tersebut. Meskipun waktu yang diberikan oleh Pansel Capim KPK mencapai 3 jam. Meskipun enggan menyatakan soal yang ada begitu gampang. Tetapi menurutnya, karena model soalnya berupa pilihan ganda maka dirinya tak kesulitan untuk memikir, pasalnya tinggal memilih saja.
"Ada 70 soal seperti yang disampaikan Pansel, gampang ya nggak juga. Tapi itukan tinggal milih aja, menurut saya yang benar ya, itu yang salah pilih," kata Johan usai dirinya keluar sebagai peserta pertama yang keluar dari ruangan ujian di Gedung Pusdiklat Sekretariat Negara Jalan Gaharu Cipeta, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2015).
Dirinya juga tidak mau terlalu jauh mengomentari peluangnya untuk bisa lolos sampai tahap akhir. Pasalnya masih banyak tahap yang harus dilalui oleh setiap peserta apabila pada tahap kedua ini sudah bisa lolos.
"Saya tidak mau mengandai-andailah, ini masih tahap awal. Kita serahkan semuanya kepada tim Pansel, kita hanya mengikuti prosesnya," kata Johan.
Meskipun, begitu dia meminta agar untuk mengukur integritas seorang calon pimpinan KPK, test objektif tidak boleh menjadi patokan. Karena menurutnya hal tersebut sangat berbeda, dan harus ada tahap tersendirinya.
Memang dalam tahap yang sudah disusun oleh Tim Pansel Capim untuk menilai integritas seseorang akan ada tahap tersendirinya. Yakni pada tahap ketiga berupa profile assessment.
"Iya untuk mengatasi itu, tidak boleh melalui test objektif seperti ini. Itu harus ada tahap tersendirinya," tutup Johan.
Hari ini Tim Pansel mengadakan tes tahap kedua untuk mendapatkan pimpinan KPK yang terbaik. Pada tahap kedua ini, peserta harus mengikuti dua model test beruoa tes objektif dan phuatan makalah kompetensi on the spot.
Untuk test objektif sendiri kebanyakan peserta sudah banyak peserta yang sudah menyelesaikannya. Setelah ini baru masuk ke model kedua, yang dimulai pada pukul 12.30 hingga 15.30 WIB nanti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan