Suara.com - Alat transportasi dari dan ke Kepulauan Seribu sangat penting peranannya untuk menunjang promosi wisata.
"Transportasi itu pokok di sini. Khususnya transportasi laut, dermaga harus yang baik, kalau bisa kapal-kapalnya bisa kayak Transjakarta ya," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ketika berkunjung ke Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Jumat (10/7/2015).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Djarot, menginginkan Kepulauan Seribu menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Djarot menambahkan alat transportasi akan menjadi program utama pemerintah.
"Memang itu harus masuk program menyeluruh. Termasuk juga kapal-kapal secepatnya. Sebenarnya di sini bukan hanya transportasi kapalnya saja lho, tapi juga dermaganya. Ono kapale (ada kapalnya) kalau dermaganya enggak ono piye?" ujarnya.
"Dan dermaga yang bagus itu, itu floting gitu lho. sehinggia tidak semerwaut ada naik turun penumpang," Djarot menambahakan.
Djarot mengatakan kapal tujuan Kepulauan Seribu nanti terintegrasi dengan bus Transjakarta. Dan sistem tarif kapal juga seperti Transjakarta.
"Sistemnya kita jadikan nanti semacam busway. Untuk kapalnya hitungannya rupiah per mil. Bayarnya pakai e-money. Jadi sistemnya bus sinkronisasi dengan Transjakarta. Sehingga dengan sarana itu warga di sini bisa merasakan sistem Transjakarta," kata Djarot.
Khusus untuk warga Kepulauan Seribu, kata Djarot, nanti tidak akan dikenakan biaya untuk naik kapal.
"Kalau untuk warga di sini, orangtua, anak sekolah bisa gratis, jadi bisa nge-link dengan Transjakarta," kata Djarot.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun