Suara.com - Salah seorang petugas di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan bahwa para korban kebakaran PT Mandom Bekasi sudah berangsur membaik. Menurutnya, dari 20 korban, hanya tinggal lima orang yang masih mendapatkan perawatan intensif di ICU (Intensive Care Unit).
"Sampai tadi siang, perkembangannya tinggal lima korban yang masih di ICU," ujar Adi, kepada Suara.com di RSCM, Jakarta Pusat, Minggu (12/7/2015).
Petugas pengamanan itu juga menambahkan jika ke-15 korban lainnya sudah dapat dipindahkan ke HCU (High Care Unit). Mereka juga sudah dapat dikunjungi secara terbatas oleh keluarga.
"Korban lainnya sih, alhamdulillah sudah bisa dipindah ke HCU, dan sudah bisa dikunjungi keluarga," tambahnya.
Dijelaskan Adi, HCU adalah ruang perawatan pasien dari ICU yang sudah menunjukkan perbaikan, tetapi masih harus dijaga ketat. Dia pun menambahkan bahwa ada dua ruang HCU yang dipakai untuk menangani korban kebakaran pabrik di Bekasi itu.
"Ada dua ruang HCU kita yang dipake sama para korban ini. Yang satu ada di ruang IGD, dan yang satunya lagi ada di lantai enam," katanya.
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura