Suara.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sudah resmi menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diusulkan masuk kepengurusan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai itu.
Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, di Surabaya, Minggu (!2/7/2015) mengatakan saat ini Rismaharini masuk sebagai kader PDIP di kepengurusan Ranting Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung.
"Kalau kelasnya bu Risma bukan lagi masuk kepengurusan cabang, tapi di DPP PDIP atau minimal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jatim," kata Whisnu.
Menurut dia, usulan tersebut akan ditindaklanjuti pasca-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2015.
"Semua itu akan dievaluasi di cabang, apalagi kepengurusan di DPC PDIP Surabaya saat ini berkurang, yakni pak Armuji yang semula sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya sudah masuk di DPD PDIP Jatim. Sampai saat ini posisinya belum sempat diisi yang lain," ujarnya.
Namun demikian, lanjut dia, tidak harus petugas partai yang menjabat sebagai kepala negara atau kepala daerah dan masuk dalam kepengurusan partai.
"Contohnya petugas partai tidak harus pengurus partai, yakni Pak Jokowi," ujarnya.
Bahkan, lanjut dia, selama lima tahun Rismaharini menjabat Wali Kota Surabaya tidak pegang KTA juga tidak ada permasalahan. "Selama ini aman-aman saja, tetap jadi orang PDIP," katanya.
Jika selama ini dikabarkan hubungan bu Risma kurang baik dengan partai, Whisnu mengatakan itu hanya kabar yang ada di luar. "Keintiman kan tidak perlu dipublikasikan," katanya.
Bahkan Tri Rismaharini mendapat rekomendasi dari DPP PDIP sebagai Calon Wali Kota Surabaya untuk maju kembali dalam Pilkada Surabaya yang akan digelar pada 9 Desember 2015. (Antara)
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
Terkini
-
Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!
-
Polisi Tahan Ayah dan Anak Penganiaya Tetangga di Cengkareng, Terancam 7 Tahun Penjara
-
Ugal-ugalan dan Lawan Arus, Mobil Calya Diamuk Massa di Gunung Sahari
-
Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India
-
Pasca-kecelakaan Beruntun, DPRD DKI Minta Transjakarta Evaluasi Penempatan Depot dan Jam Kerja Sopir
-
Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun
-
Kemensos Gelar Operasi Katarak Gratis di Bekasi
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Adian Napitupulu Murka Ketua BEM UGM Diteror: Ini Kemunduran Demokrasi!