Suara.com - Pengadilan tinggi di Gujarat, India, melarang tindakan aborsi atas janin hasil pemerkosaan yang dikandung oleh bocah perempuan 14 tahun .
Bocah itu, yang kini masih bersekolah di tingkat SMP, sudah lebih dari 24 minggu hamil akibat diperkosa lelaki bejat.
Korban diebut telah diperkosa oleh seorang dokter yang mencokokinya dengan obat-obatan dan memperkosanya hingga hamil. Pelaku kini sudah ditangkap oleh kepolsiian setempat
Indian Express melaporkan, pengadilan juga mengabaikan petisi yang dibuat ayah korban yang menginginkan aborsi agar anaknya tak trauma.
Pengadilan setempat menolak abosri dengan alasan aborsi hanya boleh dilakukan maksimal dalam masa kehamilan 20 minggu, lebih dari itu bisa dianggap membahayakan si korban atau kalau kalau janinnya tidak normal.
Meskipun menolak aborsi, hakim memerintahkan agar pemerintah mengurusi korban dan memberikan kompensasi 100 ribu Rupee, ataiu setara sekitar Rp14 juta.
Si ayah korban sendiri, yang hanya bekerja sebagai buruh, mengaku tak mampu membiyai cucunya jika lahir dan itu pula yang menjadi alasan permintaan aborsi. (Independent)
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Berawal dari Titip Anak, Siswi SD di Jakbar Jadi Korban Pencabulan Tetangga Selama 4 Tahun
-
Bantah Gunakan Drone Serang Gereja di Intan Jaya, TNI: Itu Aksi Provokasi Pecah Belah!
-
Jutaan Situs Diblokir tapi 200 Ribu Anak Tetap Terpapar Judol, di Mana Celah Keamanan Kita?
-
Mensos Gus Ipul Ajak Dema PTKIN se-Indonesia untuk Mensukseskan Sekolah Rakyat
-
Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun
-
Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza
-
Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026
-
Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran