Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menargetkan jumlah bus Transjakarta dan Kopaja tahun ini mencapai 509 armada.
"Sampai akhir tahun (509 bus). Ya mulai pengiriman. Kan kita mengutamakan karoseri dalam negeri, jadi saya katakan semampu mereka produksi beberapa deh kita ambil. Jadi ada dua pilihan, mau bus cepat, tapi impor utuh, atau lebih lambat sampai 2016 mulai terasa masuk seribu lebih tapi semua dapat," kata Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/8/2015).
Armada baru akan terdiri dari merek-merek yang sudah diakui, seperti Scania, Hino, dan kemungkinan Hyundai.
Bus-bus merek Zhong Tong, Ankai, atau Yutong, dipastikan tidak akan dibeli pemerintah lagi karena kurang mantap, terutama Zhong Tong yang sering terbakar di tengah jalan.
Namun, Ahok tetap mempersilakan operator bus Transjakarta yang digandeng pemerintah menggunakan merek-merek itu kalau mau.
"Yang (kita beli) bisa merek Scania, bisa Hino, ya umumnya itu. Saya belum tahu Hyundai mau masuk nggak?" kata Ahok.
Sebelumnya, Direktur Utama PT. Transportasi Jakarta Antonius N. S. Kosasih mengatakan penambahan bus baru akan dimulai pada Oktober 2015.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
Terkini
-
Sidang Korupsi Digitalisasi Pendidikan Makin Panas, Saksi Beberkan Bagi-Bagi Uang Proyek Chromebook
-
Guntur Romli PDIP Sebut Jokowi Bukan Lagi Teladan, Hanya Mementingkan Syahwat Kuasa dan Dinasti
-
Pernah Dipidana Kasus Terorisme, Jaksa Pertanyakan Izin Beracara Munarman di Sidang Noel Ebenezer
-
Larangan Jelas, Bahaya Nyata: Mengapa Pelanggaran Merokok saat Berkendara Terus Berulang?
-
Guru Honorer Digaji Rp 300 Ribu, Kalah dari Petugas Partai: DPR Usul Pembayaran dari APBN Saja
-
Dalami Pemerasan Eks Bupati Pati Sudewo, 3 Orang Perangkat Desa Diperiksa Penyidik KPK
-
Didakwa Korupsi, Noel Malah Ngaku Ingin Jadi Pimpinan atau Jubir KPK
-
Sebut Kapolri 'Murtad Politik', Sri Raja Kritik Pernyataan Listyo Sigit soal Polri di Bawah Presiden
-
Prabowo Peringatkan Skenario 'Kiamat' Perang Dunia III, Picu 'Nuclear Winter' Puluhan Tahun
-
4 Fakta Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Anggota Banser