Suara.com - PT. Transportasi Jakarta akan membatasi jam operasional bus Transjakarta di seluruh Ibu Kota pada malam takbiran Idul Fitri 1436 Hijriah.
"Pada malam takbiran, bus hanya beroperasi sampai dengan pukul 18.00 WIB. Diharapkan seluruh penumpang dapat menyesuaikan," kata Direktur Utama PT. Transjakarta Antonius Kosasih di Jakarta, Selasa (14/7/2015).
Menurut Kosasih pembatasan operasional bus Transjakarta dilakukan karena kondisi Ibu Kota yang cenderung ramai dengan konvoi kendaraan.
"Karena pada malam takbiran biasanya selalu ramai konvoi kendaraan sehingga lalu lintas jadi macet. Selain itu, kita juga ingin menghindari bahaya petasan yang biasanya ramai pada malam takbiran," ujar Kosasih.
Tidak hanya bus Transjakarta reguler, bus Transjakarta malam hari juga dibatasi operasionalnya hanya sampai dengan pukul 04.00 WIB.
"Operasional bus Transjakarta amari itu juga dibatasi karena kita ingin memberikan kesempatan bagi seluruh pegawai yang akan melakukan ibadah salat Ied pagi harinya," tutur Kosasih.
Setelah itu, tepat pada hari raya Idul Fitri, bus Transjakarta kembali beroperasi mulai pukul 09.30 WIB, demikian juga bus Transjakarta Amari yang kembali beroperasi normal.
"Sedangkan untuk bus tingkat pariwisata (bus city tour), waktu operasionalnya akan dimulai dari pukul 12.00 WIB. Ini menyesuaikan dengan jam buka pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta," kata Kosasih.
Berita Terkait
-
Transjakarta Milik Lorena Baru Rekondisi, Kok Sudah Terbakar
-
Korsleting Listrik Sering Jadi Pemicu Kebakaran Kendaraan
-
Bus Transjakarta Terbakar Kemungkinan Karena Korsleting Listrik
-
Transjakarta Terbakar, Ahok: DKI Bodoh, Mau Disandera Operator
-
Operator Lorena Kacau Balau, Transjakarta Denda Mereka Dua Kali
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
7 Sabun Cuci Muka Salicylic Acid untuk Jerawat dan Komedo, Mulai Rp20 Ribuan
-
BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar
-
Bukan Pidana, Eks Hakim Agung Beberkan Alasan Mengapa Kasus Ijazah Jokowi Harus Diuji di PTUN
-
Ribuan Siswa Manfaatkan PIJAR, Telkom Perluas Pemanfaatan Pendidikan Digital
-
Insentif Kendaraan Listrik Harus Diarahkan ke Mobil Murah dengan TKDN Tinggi
-
Hanya Penyadapan yang 100 Persen, Dewas KPK Ungkap Banyak Laporan Penindakan yang 'Molor'
-
Pariwisata Kuatkan Ekonomi, Pendidikan Menjaga Jiwa Budaya Suku Osing
-
Iming-iming 'Dimudahkan Rezekinya', Modus Guru Ngaji Pelaku Pencabulan di Sukabumi
-
4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo
-
Farizon Gandeng 5 Mitra Strategis, Serahkan Unit SV di GIIAS 2026