Suara.com - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih terus mengeluarkan awan panas dengan intensitas yang relatif sangat tinggi.
"Pada hari Selasa,, terjadi guguran lava pijar sejauh 700--1.500 meter ke arah tenggara--timur dan 35 kali guguran," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan yang diterima Antara, Selasa.
Tremor, kata dia, terjadi terus-menerus dan semua data seismisitasnya menunjukkan potensi erupsi cukup tinggi.
Ia menjelaskan bahwa pada hari Selasa pukul 11.11 WIB terjadi awan panas guguran sejauh 2.500 meter ke sektor tenggara--timur dengan tinggi kolom abu vulkanis 1.500 meter.
Awan panas guguran kembali terjadi pada pukul 17.33 WIB yang meluncur 3.000 meter ke tenggara--timur dengan tinggi kolom abu vulkanis 2.000 meter.
"Dengan kondisi itu, status Gunung Sinabung tetap Awas (Level 4)," katanya.
Mengingat status masih Awas, radius 6 km di sisi timur dan 7 km di sisi tenggara--selatan tetap harus dikosongkan.
Kondisi itu, kata dia, menyebabkan 3.152 kepala keluarga (KK) atau 11.114 jiwa harus tetap berada di 10 pos pengungsian.
Selain itu, 2.053 KK (6.179 jiwa) masih harus menetap di hunian sementara sambil menunggu relokasi.
Sutopo mengatakan bahwa tidak hanya Sinabung yang mengalami erupsi, tetapi ada dua gunung lagi.
"Dari 127 gunung api aktif di Indonesia, saat ini ada tiga gunung masih terus meletus meski dengan status yang berbeda," katanya.
Selain Sinabung, dua gunung lainnya yang meletus, yakni Gunung Raung di Jawa Timur dengan status Siaga (Level 3) dan Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara, dengan status Waspada (Level 2).
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Solusi! FSGI Sebut jika Final LCC 4 Pilar MPR Diulang Berdampak Psikis dan Berpotensi Digugat
-
Penjelasan Nadiem Soal Harta Naik Rp4,87 Triliun: Itu Nilai IPO GoTo, Bukan Korupsi Chromebook
-
Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan
-
Prostitusi Berkedok Karaoke di Jakbar Terbongkar, Ada Anak di Bawah Umur
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
-
Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam
-
Tol Japek Padat! Simak Jadwal Contraflow KM 55-65 Arah Cikampek Hari Ini
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!