News / Nasional
Sabtu, 08 Agustus 2015 | 08:06 WIB
Suasana Bandara Internasional Ngurah Rai saat ditutup beberapa waktu lalu. (Antara)

Suara.com - Pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar Bali, kembali menutup operasional bandara karena sebaran abu vulkanik Gunung Raung mengganggu jalur penerbangan.

"Bandara kembali kami tutup berdasarkan rekomendasi dari BMKG," kata Co-General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, I Gusti Ngurah Ardita, di Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (8/8/2015).

Kementerian Perhubungan pun mengeluarkan "Notice to Airmen" atau Notam dengan nomor A1661/15 kepada seluruh personel penerbangan di dunia terkait penutupan operasional bandara itu.

Aktivitas penerbangan mulai ditutup pukul 06.30 Wita hingga diperkirakan pukul 12.00 Wita atau ketika kawasan udara Ngurah Rai dinilai telah aman untuk penerbangan.

Sistem buka tutup bandara tersebut dipastikan mengganggu puluhan jadwal penerbangan baik domestik maupun mancanegara. Akibat penutupan ini, ribuan calon penumpang juga gagal berangkat menuju sejumlah kota di Tanah Air termasuk sejumlah tujuan internasional.

Sebagian besar dari mereka memilih bertahan di bandara sembari menunggu kepastian jadwal keberangkatan dari pihak maskapai penerbangan. Mereka pasrah menunggu pengumuman penerbangan akan dibuka kembali.

Meski demikian, para calon penumpang itu memaklumi keadaan alam yang termasuk keadaan darurat tersebut. (Antara)

Load More