Suara.com - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Nasional Demokrat Syarif Abdullah Alqadri mengatakan tak masalah menteri dari Nasdem, Tedjo Edhy Purdijatno, terkena reshuffle kabinet karena keputusan ini merupakan hak sepenuhnya Presiden Joko Widodo.
"Terkait kader Nasdem yang diganti, kami melihat cukup baik dan bagus. Sekali lagi ini hak Presiden, Presiden punya pertimbangan. Memang sejak awal Nasdem menyatakan sikap, bahwa Nasdem mengusung Jokowi tanpa syarat," kata Syarif di ruang wartawan DPR, Kamis (13/8/2015).
Syarif menambahkan sebagai partai pendukung pemerintah, Nasdem akan selalu mendukung, selama keputusan tersebut demi kepentingan bangsa.
"Sejak awal kami mendukung pemerintahan Jokowi untuk kepentingan untuk bangsa. Kalau ada kader kami di kabinet ya tidak apa-apa," tambahnya.
Lebih jauh ia mengatakan bahwa hubungan Partai Nasdem dan pemerintah tetap baik. Sekalipun, kadernya tidak berada di dalam Kabinet Kerja.
"Saya juga tegaskan di sini, hubungan Nasdem dengan pemerintah tidak terpengaruh dengan adanya reshuffle ini," kata Syarif.
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!