Suara.com - Badan SAR Nasional mengonfirmasi bahwa sampai Minggu malam, belum ada tim SAR gabungan yang sampai ke lokasi kejadian atau "crash site" pesawat Trigana Air jatuh.
"Sampai saat ini Tim SAR gabungan belum sampai di crash site/lokasi kejadian yang menurut warga setempat telah melihat pesawat Trigana jatuh," demikian seperti dikutip dari akun Twitter resmi Basarnas, @SAR_NASIONAL, di Jakarta, Minggu.
Informasi tersebut dirilis oleh Basarnas melalui akun Twitter sekitar pukul 22.00 WIB.
Hingga saat ini Basarnas masih menunggu laporan langsung dari tim yang sejak sore bergerak menuju lokasi titik perkiraan pesawat Trigana kehilangan kontak.
Basarnas juga mengungkapkan belum menemukan titik koordinat lokasi "crash site" pesawat Trigana hingga saat ini karena terkendala kontur wilayah Oksibil yang sulit dijangkau secara cepat.
"Karakteristik alam papua (Oksibil) tidak mudah untuk secara cepat menjangkau perkiraan crash site yang dilaporkan warga setempat," jelas Basarnas.
Untuk itu Basarnas belum bisa mengonfirmasi berita-berita yang beredar di luar. Selain itu Basarnas juga mengimbau agar semua pihak menunggu hasil dari Tim SAR gabungan yang berada di lapangan agar mendapat informasi yang lebih tepat dan akurat.
Pesawat Trigana Air dengan nomor penerbangan IL 267 dikabarkan hilang kontak dalam penerbangan Jayapura-Oksibil, pada Minggu pukul 14.55 WIT.
Pesawat tersebut diterbangkan oleh Kapten Hasanudin dan membawa lima awak dan 49 penumpang. Nama awak pesawat adalah kopilot Aryadin, mekanik Mario, pramugari Ika dan Dita. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok