Suara.com - Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri untuk membahas kasus dwelling time dan harga pangan di Istana Presiden, Jakarta, Kamis siang (20/8/2015).
Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada wartawan di Jakarta, Kamis menjelaskan pemanggilan menteri untuk membicarakan sejumlah hal merupakan hal yang biasa dilakukan.
Pramono menjelaskan ada dua hal yang menjadi perhatian Presiden yaitu masalah dwelling time dan masalah stabilisasi harga pangan.
"Beliau ini kan lebih concern pada dwelling time, beliau menargetkan pada Oktober dwelling time bisa 3-4 hari nah persoalan dwelling time, Polri sudah aktif mendalami di mana yang jadi bottleneck-nya dan kita sudah tahu mana yang jadi bottleneck, " katanya
Dia juga menambahkan, kalau harga pangan terutama daging sapi.
“Karena kelangkaan kemarin kan terindikasi ada yang mempermainkan jadi saya tidak mau berspekulasi,” Pramono Anung lagi.
Sejak pukul 10.00 WIB sejumlah menteri yang datang ke Istana Presiden antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dan Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti.
Hingga pukul 12.00 WIB para menteri tersebut masih berada di dalam kompleks Istana Presiden. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo
-
AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi
-
Teka-teki Sisa Tiner di Balik Kebakaran Maut Rumah Anggota BPK Haerul Saleh
-
Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu
-
Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
-
9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi
-
Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Diversifikasi Energi Kini Jadi Kebutuhan Mendesak