Suara.com - Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, polisi akan mengumumkan hasil identifikasi terhadap korban jatuhnya pesawat Trigana di Oksob, dua kali sehari.
Pengumuman itu akan dilakukan setiap pukul 10.00 WIT dan pukul 13.00 WIT, kata Kapolda Papua Brigjen Pol Waterpauw saat bertemu dengan keluarga korban di gedung pertemuan "Tongkonan" Kotaraja, Kota Jayapura, Kamis (20/8/2015).
Dia mengatakan, saat ini Tim DVI sedang berupaya untuk mengidentifikasi para korban dan bila teridentifikasi maka jenasahnya akan segera diserahkan ke pihak Trigana yang kemudian diserahkan kepada keluarga.
"Mari kita sabar menunggu tim bekerja, karena mereka berjanji akan berupaya mengidentifikasi 10 jenasah setiap harinya," kata kapolda.
Sementara itu Kapus Dokkes Mabes Polri Brigjen Pol Arthur Tampi mengatakan, Tim DVI akan berupaya setiap hari mengidentifikasi 10 jenasah.
Tim DVI sudah empat jenasah yang sudah teridentifikasi dan diserahkan ke pihak keluarga .
Tercatat 54 jenasah yang akan diidentifikasi, namun empat diantaranya sudah teridentifikasi sehingga masih tertinggal 50 jenasah yang harus diidentifikasi, kata Tampi.
Pesawat Trigana mengalami musibah saat hendak mendarat di bandara Oksibil (16/8/2015) dan ditemukan di kawasan pegunungan di Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD