Suara.com - Saking mahalnya harga sewa apartemen di Jerman, Leonie Muller memutuskan untuk menjadikan kereta komuter sebagai rumahnya.
Leonie (23), mahasiswi sdi sebuah perguruan tinggi di Jerman ini selalu menempati bangku belakang gerbong kereta sebagai tempat tinggalnya sehari-hari.
“Ini bermula saat saya berseteru dengan pemilik (apartemen). Saya langsung memutuskan tidak akan tinggal di sana lagi dan saya bahkan sadar sebetulnya, saya tidak akan tinggal dimanapun lagi,” cerita Leonie kepada Washington Post, seperti dilansir Independent, Senin (24/8/2015).
Leonie lantas membeli kartu langganan komuter dan bisa naik kereta manapun di Jerman serta tinggal di dalamnya selama dia suka.
Dia melakukan semua kegiatan di kereta itu, seperti keramas, menulis makalah kuliah di atas kereta dengan kecepatan 190 mph.
“Saya merasa seperti di rumah dan bisa mengunjungi banyak teman dan kota. Ini seperti liburan setiap saat,” katanya.
Leonie jadi terkenal karena aktifitasnya yang aneh ini. Hampir semua media di Jerman mengangkat kisah hidupnya.
Selain membawa perlengkapan belajarnya dan pakaian, tak lupa dia juga menbawa tas khusus sanitasi untuk kebersihan diri.
"Saya membaca, saya menulis, saya melihat keluar dari jendela dan saya bertemu orang-orang baik sepanjang waktu. Selalu ada sesuatu untuk dilakukan di kereta api," ujarnya lagi.
Aksinya ini berlawanan dengan sebuah studi di Jerman yang menyebutkan kalau tinggal lama di komuter bisa menyengsarakan.
Leonie justru membuktikan kalau tinggal di kereta jauh lebih murah ketimbang di apartemen. Dia membeli tiket langganan sekitar 380 dolar AS, sementara menyewa apartemen menghabiskan 450 dolar AS.
“Saya ingin menginspirasi orang untuk mempertanyakan kebiasaan mereka yang dikira normal,” kata Leonie.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim