Suara.com - Ribuan warga Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, menyambut rencana kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan membagi-bagikan "kartu sakti". Ribuan warga yang ingin bertemu dengan Jokowi itu memakai pakaian adat khas Bali, baik laki-laki maupun perempuan.
Antusiasme masyarakat Gianyar yang ingin melihat Presiden Jokowi kali ini tampak sangat tinggi. Buktinya terlihat pada agenda pembagian "kartu sakti" yang dijadwalkan sekitar pukul 12.00 Wita, di mana warga sudah tiba di lokasi sejak pukul 08.00 Wita.
Salah seorang warga Desa Tulikup, I Ketut Brata Lebih, mengatakan bahwa dirinya sudah tidak sabar hendak bertemu dengan Presiden Jokowi.
"Selama ini kami hanya melihat beliau di televisi. Tapi nanti saya bisa melihat beliau secara langsung," ujarnya, saat masuk ke area lapangan Desa Tulikup, Gianyar, Minggu (30/8/2015).
Ketut Brata pun mengatakan, dirinya rela meninggalkan pekerjaannya di kebun, hanya demi melihat orang nomor satu di Indonesia itu.
"Seharusnya saya ada kerjaan di kebun. Tapi saya tinggal demi melihat Bapak Presiden," jelasnya.
Sementara itu, Ni Wayan Selasih, warga lainnya, juga mengatakan hal yang sama. Dia juga mengaku penasaran berjumpa dengan Presiden Jokowi.
"Saya ingin salaman dengan beliau. Semalam saya sudah bermimpi ketemu Bapak Jokowi. Saking penasarannya saya mau bertemu dengan beliau, sampai terbawa mimpi," terangnya. [Luh Wayanti]
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini