Suara.com - Menjelang siang hari, Selasa (1/9/2015), kekuatan aparat keamanan di depan Istana Negara, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, ditambah.
Menurut pengamatan Suara.com, sekitar 300 anggota Brigadir Mobil diturunkan ke lokasi. Di sekitar mereka terlihat kendaraan penghalau massa, seperti water canon, barracuda, dan mobil APC Wolf.
"Ada enam kompi untuk jaga Istana. Dari kami tiga kompi, dari Resimen III Pelopor Kelapa Dua ada tiga kompi," kata Komandan Resimen II Pelopor Korps Brimob Kedung Halang Bogor, Komisaris Polisi Saiful Anwar.
Saiful mengatakan 300 anggota Brimob ditugaskan untuk mendukung pengamanan aparat Polda Metro Jaya.
"Yang jelas kita mempertahankan, massa nggak boleh melintas dari security barrier atau pagar berduri," kata dia.
Saiful memastikan bahwa anggotanya tidak memakai senjata tajam dan senjata api dalam menghalau massa.
"Kalau penindakan yang paling parah adalah gas air mata. Tidak ada peluru tajam, sesuai arahan tidak ada yang membawa senjata tajam dan senjata api," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden