Suara.com - Pemimpin Australia Tony Abbott, Minggu (6/9/2015), mengatakan bahwa pihaknya akan menerima lebih banyak pengungsi Suriah di tengah bencana kemanusiaan di Eropa, tapi tidak akan menambah jatah pengungsi tahunan.
Eropa menghadapi banjir pengungsi, yang belum pernah terjadi, banyak dari mereka berasal dari Suriah, yang dilanda perang.
Dampak kemanusiaan dari bencana itu tercermin pada bocah Suriah Aylan Kurdi, yang jasadnya terdampar di pantai Turki.
Canberra mengambil sikap keras terhadap pencari suaka, yang berusaha mencapai Australia dengan perahu, dan Abbott mengatakan pada Jumat bahwa kebijakan keras diperlukan untuk mencegah kapal tenggelam di laut.
Perdana menteri itu mengatakan tergerak oleh foto bocah berusia tiga tahun tersebut dan mengirim Menteri Imigrasi Peter Dutton ke Jenewa pada Minggu untuk melakukan pembicaraan dengan badan pengungsi PBB UNHCR, di tengah dorongan dalam negeri, yang berkembang untuk mengatasi kemelut itu.
Tapi, meskipun seruan dari oposisi Partai Buruh dan Hijau untuk menambah jatah pengungsi, Abbott mengatakan jatah tahunan 2015-2016 tetap sama pada angka 13.750.
"Kami akan mengambil lebih banyak orang dari wilayah bermasalah melalui program pengungsi dan kemanusiaan, dan kami terbuka untuk memberikan bantuan keuangan lebih ke UNHCR," katanya kepada wartawan di Canberra.
Dia menolak untuk menentukan berapa banyak jumlah yang akan diterima, namun mengatakan Australia menerima hampir 4.500 pengungsi dari Irak dan Suriah tahun lalu dan "kami siap untuk menerima jumlah yang signifikan tahun ini mengingat krisis yang sedang berlangsung dan skalanya".
Fokusnya akan ditujukan pada keluarga, perempuan dan anak yang tinggal di kamp-kamp "di pinggiran Suriah", kata Abbott, terutama kelompok minoritas yang teraniaya.
Abbott menambahkan bahwa Australia sudah secara bertahap menambah kuota pengungsi tahunan - pada 2017-2018 kuotanya 16.250 dan 18.750 tahun berikutnya.
Sebaliknya, Partai Buruh sepakat pada konferensi nasional Juli untuk melipatgandakan kuota pengungsi saat ini menjadi 27.500 pada tahun 2025, sedangkan Partai Hijau telah meminta pemerintah untuk menerima tambahan 20.000 pengungsi Suriah selain alokasi tersebut.
Negara lain juga membantu termasuk Inggris, yang menerima 15 ribu pengungsi Suriah menurut laporan Sunday Times, dan Kanada, yang menerima tambahan 10 ribu orang dari Suriah dan Irak per tahun selama tiga tahun ke depan.
Berdasarkan atas kebijakan imigrasi Australia, pencari suaka yang tiba dengan perahu dikirim ke kamp pulau Pasifik di Nauru dan Papua Nugini dan diblokir dari pemukiman kembali di benua pulau itu bahkan jika mereka terbukti merupakan pengungsi.
Setelah Abbott berkuasa pada September 2013, pemerintah melancarkan operasi yang dipimpin militer untuk mengusir perahu yang memasuki perairan Australia.
Abbott mengatakan krisis saat ini membutuhkan respon keamanan, dan Australia siap untuk mengungkapkan pekan ini apakah akan memperluas kampanye udara terhadap kelompok Negara Islam di Irak ke Suriah menyusul permintaan AS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas