Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan, Panitia Khusus Pelindo II harus jelas penggunaannya. Dia meminta supaya dalam pembentukan pansus ini menyertakan hak dewan, seperti interpelasi atau hak angket.
"Yang dipansus ini apa? Pansus angket, hak menyatakan atau interpelasi? Kalau memang mau sekalian diangket saja nanti kebongkar semua itu di pelabuhan, nanti kebongkar semua," kata Fahri di DPR, Jakarta, Jumat (11/9/2015).
"Saya mengusulkan itu diangket, biar penyelidikan itu dasarnya kuat. Jadi pansus angket. Jadi nggak ada nama Pansus Pelindo. Harus disebutkan nama penggunaan haknya apa," tambah dia.
Menurutnya, Pansus Pelindo II yang menggunakan hak DPR bisa juga selain angket, seperti interpelasi atau menyatakan pendapat.
"Kalau hak menyatakan pendapat bisa di Panja atau Komisi. Kalau interpelasi kan sekedar nulis surat ke presiden, nanti presiden akan memberikan jawaban," kata dia.
Kalau Pansus dengan hak angket, sambung Fahri, itu bisa menyelidiki pelanggaran. Dengan begitu pelanggaran yang ada di Pelindo bisa diketahui seluruhnya.
"Kirim surat kita gelar angket, kita bongkar semua. Saya menguuslkan teman-teman PDI Perjuangan, ayo kita angketkan, jadi jelas," ujar Politisi PKS ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta
-
Berkas Andrie Yunus Dilimpahkan ke Peradilan Militer, Anggota DPR: Ujian Besar Supremasi Hukum
-
Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri
-
Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat
-
Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya
-
Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia
-
Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu
-
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang