Suara.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian memerintahkan anggota polisi untuk membubarkan aksi unjuk rasa yang diselenggarakan di tengah pelaksanaan hari bebas kendaraan atau car free day di sepanjang Jalan M. H. Thamrin dan Sudirman, Jakarta.
"Tujuannya CFD ini kan kita menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berekreasi dan berolahraga. Jadi nggak boleh ada kegiatan-kegiatan yang berbau politik atau unjuk rasa. Kalau misalnya ada nanti kami akan bubarkan mereka," kata Tito di Pos Polisi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2015).
Tito mengatakan selama pelaksanaan car free day tidak boleh ada aksi massa berbau politik.
Tito menambahkan program car free day bertujuan untuk memberikan kesempatan warga berolahraga dan berekreasi sekaligus mengurangi polusi udara kendaraan bermotor.
"Pokoknya kita akan bersikap persuasif, tapi kalau masih ada kita akan bubarkan mereka. Jangan menghilangkan tujuan awal CFD ini," kata Tito.
Sebelumnya diberitakan, warga yang tengah olahraga di hari bebas kendaraan bermotor belakangan ini sering terganggu oleh demonstrasi massa di sekitar Bundaran Hotel Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah tahu soal itu dan dia setuju area car free day bukan disediakan untuk demonstran.
"Saya sudah kasih tahu sama Pol PP harus tindak tegas, nggak boleh seperti itu (ada aksi demo atau kampanye). Pengamanannya harus langsung diusir jika ada yang kayak gitu," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2015).
Car free day berlangsung tiap hari Minggu mulai pukul 06.00-11.00 WIB sejak 10 tahun yang lalu. Di Jakarta Pusat, diselenggarakan di sepanjang Jalan Sudirman dan M. H. Thamrin.
Bundaran HI biasanya menjadi pusat kegiatan karena letaknya yang berada di tengah-tengah kota.
Seiring dengan perkembangan, warga yang datang ke kawasan tersebut, lama-lama bukan hanya warga yang ingin olahraga, sekarang sudah ada pasar-pasar dadakan, pedagang kaki lima, pengamen, kemudian, pencopet, demonstran.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!
-
Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan